Aturan yang terlalu mengekang pada Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia membuat gerah pelaku bisnis internet. Bahkan, aturan itu dianggap mengekang bagaikan aturan intelijen masa lalu. RPM Konten, yang sedang menjadi kontroversi, dianggap terlalu mengekang kebebasan dan kreativitas pelaku internet. Hal itu dirasakan oleh Heru Nugroho selaku Managing Director Nusantara Online, kamis (18/2/2010). Heru mengaku tim di balik game Nusantara Online saat ini khawatir akan terkena dampak aturan tersebut. "Kalau di game ada pemain yang menyampaikan kata-kata provokatif, apakah kami harus bertanggungjawab juga? Harus mengawasi semuanya satu per satu?" ujarnya. Menurut Heru aturan yang tercermin dalam RPM Konten itu terlalu berlebihan. Bahkan ia tidak menolak jika aturan itu kemudian disamakan dengan gaya pengekangan pemerintah otoriter di masa lalu. "Kalau waktu itu, mungkin kondisinya memang bisa dipahami. Kalau sekarang, katanya Indonesia baru? Ini sama saja balik lagi ke Indonesia lama, dan itu terbukti kreativitas jadi tumpul," tukas Heru. Menurut Heru, jika sampai diterapkan, ia yakin akan muncul gerakan perlawanan. "Perlawanan itu pasti! Kalau di zaman Suharto meledaknya pada tahun 1998. Ini juga bisa jadi bakal ada perlawanan," ia menambahkan. Di sisi lain Heru memahami bahwa aturan memang perlu ditegakkan dan dunia internet tanah air memang perlu disehatkan. Namun caranya, Heru menegaskan, harusnya lewat langkah persuasif. Heru pun menyambut baik gerakan seperti Internet Sehat yang mendorong masyarakat untuk memahami cara memanfaatkan internet dengan baik. Seharusnya pemerintah bisa mendorong gerakan sosial seperti itu daripada melakukan upaya represif.

0 comments

Post a Comment

,