Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts


Membahas Facebook, Indonesia menjadi Negara ketiga dengan komunitas pengguna Facebook terbesar di dunia. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi ‘korban’ jejaring sosial.


Selalu ada hal baru saat membicarakan jejaring sosial, terlebih Facebook. Banyak orang tak menyadari dampak mengunggah segala hal di jejaring sosial terbesar ini.

Kantor Facebook

Posted by wiby | 6:10 PM

Yuk, Intip Isi Kantor Facebook



Suasana kantor Facebook (Times)

Facebook didapuk sebagai perusahaan teknologi terbaik untuk bekerja. Berbagai keuntungan dan fasilitas yang disediakan di kantor ini, memang diakui para pegawainya membuat mereka betah. Seperti apa suasana kantor Facebook? Berikut adalah beberapa foto yang dilansir Times.



Suasana kantor Facebook dibuat sangat nyaman dan mendukung kreativitas para pegawainya.







Pantry ini buka selama 24 jam. Pegawai dipersilakan membuat minuman sendiri. Disini tersedia juga snack atau makanan ringan untuk camilan.



Kantin selalu ramai saat jam makan siang. Para karyawan Facebook disediakan makan tiga kali sehari.



Disediakan pula meja catur atau meja untuk bermain bola pingpong sebagai salah satu pilihan rekreasi.




Guitar Hero dan Xbox 360 merupakan pilihan favorit melepas kepenatan bekerja di ruang hiburan di kantor Facebook.



Sejumlah pegawai Facebook berasal dari berbagai negara yang sengaja dipekerjakan di Facebook pusat di AS. Mereka membantu menerjemahkan situs Facebook ke dalam 70 bahasa.





Ilustrasi - prav-talks.com
Apa judul diatas main-main dan mencari sensasi ? Saya jawab tidak ! Anda memang berhak, dan memang terbukti Facebook telah melakukan pelanggaran. Kok bisa ? Berita ini berawal dari seorang mahasiswa hukum Austria, Max Schrems, 24 tahun. Dia meminta Facebook untuk menyerahkan semua datanya di situs jejaring sosial terbesar ini. Sebagai tanggapan, Facebook mengiriminya berkas rinci kegiatannya selama tiga tahun terakhir berupa sebuah CD. Dalam CD tersebut, berisi lebih dari 1.200 halaman posting di wall Facebook, pesan, dan data lain yang menurutnya telah dihapus oleh dia sendiri. Tentu saja Schrems menjadi kaget karena sebagian besar data yang telah dihapus tersebut masih tersimpan dengan aman oleh Facebook.

Selain data yang masih tersimpan walau sudah dihapus tersebut. Pada CD yang dikirmkan Facebook tersebut ditemukan 57 kategori data. Kategori ini ternyata lebih banyak dari kategori yang disediakan Facebook pada saat kita download data kita hanya diberikan 22 kategori. Untuk download data tersebut anda dapat mengikuti langkah berikut :

    • Klik menu account di sebelah kanan atas Facebook

    • Pilih Account Settings

    • Klik “Download a copy” of your Facebook data

  • Klik tombol Download pada halaman berikutnya

Namun sekali lagi peru diingat bahwa anda hanya mendapat 22 kategori data. Dengan asumsi masih banyak data yang belum dimuat pada CD tersebut, misalnya informasi tag dan pengenalan wajah. Maka diperkirakan kategori yang seharunya diberikan dapat mencapai 76 atau lebih.

Apakah Hukum Kita Memungkinkan itu ?

Sebelum masuk ke Hukum dan perundang-undangan kita. Sebaiknya kita merujuk pada hukum perlindungan data Eropa bahwa setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan salinan dari semua data pribadi dari perusahaan yang memegang datanya (hak akses). Hukum ini berlaku untuk Facebook juga. Setiap pengguna yang tinggal di luar AS dan Kanada memiliki kontrak dengan “Facebook Ireland Limited”, yang berbasis di Dublin, Irlandia, Semua memiliki hak untuk mengakses datanya. Sekali lagi ! Setiap orang di luar AS atau Kanada memiliki hak untuk mengakses ! (meminta atau mengakses semua data tanpa terkecuali). Ini dasar hukum yang kuat dan sudah cukup untuk menggugat Facebook.

Ah Nyari Kerjaan Saja !

Ya, mungkin bagi setiap orang yang merasa hal ini tidak menganggu privasinya, itu adalah pilihan mereka. Lagian memang banyak orang kita yang memanfaatkan Facebook secara “keliru”, sehingga hanya tau menggunakannya. Setelah efek negatif terjadi, baru kemudian menyadarinya. Namun, mungkin ada dari masyarakat kita yang membutuhkannya. Apalagi bermaksud menutup akun mereka. Tidak salah kalo data itu dimintakan. Yang perlu digaris bawahi, ternyata facebook masih menyimpan data-data kita yang sudah terhapus, kita tidak dapat mengakses dan melihat keberadaanya. Jika kita hapus, maka seharusnya data server Facebook di Amerika juga ikut terhapus.

Bagaimana Meminta atau Mengakses Data Tesebut Secara Lengkap ?

Dengan mengirim permintaan akses atas data anda menunjukkan bahwa pengguna Facebook peduli tentang data dan privasi. Nah untuk meminta (akses) data anda dapat ditempuh dengan dua cara :

Permintaan melalui E-Mail

    • Anda harus yakin dengan benar bahwa data yang diminta adalah data anda pribadi. Jika anda menggunakan nama yang salah (lain) atau tanggal lahir yang berbeda di facebook, anda perlu memperbaikinya sebelum meminta data .

    • Isi Formulir ()

Masukan data anda, jangan merubah bahasa yang sudah di tentukan

To whom it may concern.

I wish to make an access request under the Data Protection Acts 1988 and 2003 for a copy of any information you keep about me, on computer or in manual form. I am making this request under section 4 of the Data Protection Acts.

My name(s):
My e-mail(s):
My birthdate:
Further Information:

    • Kirim E-mail. Klik “kirim” dan tunggu maksimal selama 40 hari untuk mendapatkan data anda yang dikirim oleh Facebook.

  • Apabila mendapatkan balasan, Facebook biasanya akan membalas dengan beberapa jawaban standar tentang privasi. Jangan khawatir permintaan akses anda valid ! Tidak peduli jika jawaban Facebook menggunakan beberapa e-mail acak!

Permintaan melalui Surat Reguler

  • Anda harus yakin dengan benar bahwa data yang diminta adalah data anda pribadi. Jika anda menggunakan nama yang salah (lain) atau tanggal lahir yang berbeda di facebook, anda perlu memperbaikinya sebelum meminta data .

  • Kirim ke Facebook

Alamat:
Facebook Ireland Limited
Hanover Jangkauan
5-7 Hanover Quay
Dublin 2
IRLANDIA

Bagaimana Jika Batas Waktu 40 Hari Lewat ?

Anda tidak menerima apa-apa dalam 40 hari atau mendapatkan jawaban aneh dari Facebook atau mungkin anda dialihkan ke fasilitas “Download” seperti disebutkan di atas. Jika anda memang tidak mendapatkan akses penuh dalam waktu 40 hari setelah permintaan, anda dapat mengajukan keluhan tehadap pemerintah Irlandia. Harap dicatat bahwa otoritas Irlandia memiliki sumber daya terbatas, sehingga anda juga dapat mempertimbangkan untuk menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Anda juga dapat membaca cara mengajukan keluhan , silakan ikuti instruksi ini saat mengajukan keluhan.

Sebagai catatan : Jika terbukti bersalah melanggar hukum Irlandia, Facebook bisa didenda sekitar US $ 140.000. Itu jumlah yang kecil untuk sebuah perusahaan yang telah bernilai lebih dari US $ 100 miliar. Bagi Facebook tidak masalah, namun bagi anda mungkin masalah besar.

Semoga Bermanfaat
^-^


Situs jejaring sosial nampaknya saat ini telah menjelma menjadi sumber informasi tercepat (tapi belum tentu terpercaya) yang bisa didapatkan.

Facebook baru saja merilis data-data mengenai konten yang paling banyak di-share pada 2011. Dari data ini bisa dilihat bahwa konten yang dibagi kebanyakan berasal dari berita-berita dunia, entah itu sosial, politik, hiburan, maupun olah raga.

Untuk skala dunia, kematian dari Osama Bin Laden merupakan konten yang paling banyak di-share untuk ahun 2011. Namun ketika dibandingkan antara Facebook dengan Twitter, terlihat dengan jelas perbedaannya.

Twit di Twitter lebih banyak terkait dengan kejadian-kejadian yang real time, entah itu acara penghargaan, bencana alam, dan pertandingan olah raga. Sementara aktivitas sharing content di Facebook lebih pada pemberitaan dunia maupun kematian dari selebritis.

Facebook Page resmi baru-baru ini diselipi aplikasi Memology 2011 yang menampilkan fenomena budaya dari beberapa negara yang berbeda. Di Amerika Serikat (AS) maupun Kanada sendiri akronim like my status (lms) seperti telah menjadi cara untuk meminta konten dari seseorang.

Di Facebook ada enam sumber pemberitaan yang paling banyak di-share, yakni CNN, Fox News, NPR, The Onion, The New York Times dan Al Jezeera.

Lalu Memology 2011 juga menunjukkan keberagaman dari opini dan minat dari basis pengguna Facebook. Contohnya lagu 'We Found Love' dari Rihanna merupakan lagu yang paling banyak didengarkan. Data mendengarkan lagu juga merupakan cara untuk melacak bahwa popularitas lagu bisa melampaui penjualan album yang sebenarnya.

Berikut adalah data-data dari Facebook Memology 2011:

Tren Status Teratas:

AS and Kanada – lms (like my status)

Inggris – The Royal Wedding

India– The Jan Lokpal anti-corruption bill

Perancis - Pelecehan seksual Managing Director IMF, Dominique

Strauss-Kahn

Italia – Perlunya 40 persen pemilik suara untuk pemilihan suara refrendum

Juni agar bisa valid

Jerman – Kematian Amy Winehouse

Brazil– Ultimate Fighting Championship (UFC) mixed martial arts

Rusia – Steve Jobs

Page Facebook dengan pertumbuhan tercepat:

Aktor – Megan Fox

Film – Harry Potter

Pertunjukan Televisi – House

Musisi – Rihanna

Atlit – Leonel Messi

Tim olah raga – FC Barcelona

Lagu yang paling banyak didengarkan:

1. We Found Love - Rihanna dan Calvin Harris

2. Last Friday Night - Katy Perry

3. Sexy and I Know It - LMFAO

4. Titanium - David Guetta dan Sia

5. First of the Year - Skrillex

6. Scary Monsters and Nice Sprites - Skrillex

7. Without You - David Guetta dan Usher

8. Stereo Heart - Gym Class Heroes featuring Adam Levine

9. Pumped Up Kicks - Foster the People

10. Someone Like You - Adele

10 Tren global teratas:

1. Kematian Steve Jobs

2. Packers memenangkan Super Bowl

3. Casey Anthony dinyatakan tidak bersalah

4. Charlie Sheen

5. Kematian Seteve Jobs

6. Royal Wedding Inggris

7. Kematian Amy Winehouse

8. Call of Duty: Modern Warfare 3

9. Mulainya operasi militer di Libya

10. Badai Irene

Dari data di atas bisa dilihat, bahwa pemberitaan dunia merupakan konten yang paling banyak di-share di jejaring sosial. Sudah jelas bahwa jejaring sosial kini merupakan sarana penyampaian informasi tercepat.

Sayangnya, saking cepatnya arus penyebaran informasi saat ini membuat beberapa pihak jahat mengambil keuntungan dengan melakukan beberapa phising attack ataupun cyber attack.

Meskipun begitu, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk menyikapi hal ini dengan cara lebih bijak dalam merespon pemberitaan melalui jejaring sosial, ataupun dengan melindungi diri dengan berbagai perangkat keamanan internet yang sudah ada.


Di penghujung 2011, Axis mendukung ajang sosial media terbesar di Indonesia,‘So-Me Playground’. Di sini pengguna jejaring sosial bisa bertemu perwakilan jejaring sosial terbesar dunia.

Ajang sosial media ini akan menghadirkan Nick Gibbons (APAC Facebook Director), Ken Chang (APAC Commercial Director, Microsoft Advertising & Online) dari Windows Live (MSN) dan Satya Witoelar (Co-Faunder & Lead Desaigner) dari Yahoo! Koprol.

Axis mendukung acara ini merupakan bagian kampanye Internet Untuk Rakyat. “Karena Internet untuk Rakyat ini untuk semuanya, maka kita juga ingin ada di sana,”ujar GMMarketing Communication & Brand AxisPrami Rachmiadidi Plaza EX, Selasa (13/12).

Prami memaparkan, Axis tertarik mensponsoriSo-Me Playground karena Indonesia akan kedatangan tamu yang benar-benar langsung dari Facebook, Twitter dan Koprol.Menurutnya, ini menjadi simbiosis mutualismeantara sosial media dan operator.

Acara ini sendiri akan digelar selama dua hari di 8 kota, yakni pada 17 Desember di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang. Sedangkan pada 18 Desember, serentak di Bandung, Medan, Bali dan Pekanbaru.

‘So-Me Playground’ini akan melibatkan 80-100 sosial mediadan 40 diantaranya merupakan yang populer di Indonesia. “Kami menargetkan mencapai satu juta pengunjung,” ungkapnya.

Acara ini sendiri akan menjadi ajang kopi darat antar pengguna sosial mediadi mana akan disediakan booth interaktif dari Facebook, Twitter, Windows Live (MSN), Yahoo, Koprol, Foursquare ID.Selain itu, juga akan ada booth dari komunitas-komunitas jejaring sosial.

Pengguna sosial media dari berbagai operator bisa datang ke acara ini secara gratis, cukup klik ‘Like’pada lama Facebook Axis di http://www.facebook.com/AXISgsm.


Twitter telah mluncurkan desain baru, yang memungkinkan pengguna untuk memiliki halaman profil dan percakapan antara para pengguna secara lebih rinci. Selain itu desain baru ini juga memberikan sedikit sentuhan yang mirip tampilan Facebook.

Layout baru ini berpusat di empat tab, yaitu 'connect', 'discover', 'me' dan 'tweet'.

Perubahan terbesar terlihat pada penambahan halaman profil, yang bisa melihat semua kegiatan tweet di bawah pesan. Perubahan ini mirip dengan tampilan 'comment' di Facebook.

Fitur baru yang paling mirip Facebook adalah 'activity', yang terdapat di bawah tab 'discover'. Pengguna dapat melihat aktivitas 'following' mereka di Twitter, sehingga fitur ini tampak seperti News Feed Facebook.

"Kami menyadari bahwa tweet tidak hanya berisi tweet, tapi juga foto, video dan artikel. Kita tahu pengguna ingin melihat semua konten di satu tempat, bukan hanya URL, jadi dengan desain baru kita menampilkan tweet dalam satu paket," jelas Director platform Twitter, Ryan Sarver, seperti dilansir Telegraph, Jumat (9/12/2011).

Sarver mentakan, "Kami ingin orang lebih mengekspresikan diri mereka dan kami pikir desain baru ini akan membantu orang-orang untuk berbagi dan menemukan konten yang lebih menarik di situs."

Desain baru ini sedang diluncurkan secara bertahap di seluruh dunia dan kemungkinan di awal 2012 mendatang sudah bisa digunakan secara menyeluruh. Namun jika pengguna tidak sabar menunggu, mereka bisa mengunduh versi baru ini dari aplikasi Twitter pada smartphone.

Twitter saat ini memang sedang berjaya, Tony Wang Ketua Twitter Inggris mengatakan 2012 merupakan tahun yang besar bagi situs tersebut.

"Ketika saya ditanya seberapa besar kesempatan bagi Twitter, saya selalu menjawab dengan sebuah pertanyaan: 'Berapa banyak orang yang ada di dunia?', jawabannya adalah 7 miliar, maka Twitter akan tumbuh sebesar itu," tandas Wang.


Perusahaan penyedia jasa transfer uang elektronik PayPal meluncurkan aplikasi Facebook yang memungkinkan pengguna jejaring sosial tersebut mengirimkan uang ke teman Facebook mereka tanpa dibebankan biaya transaksi.

Sesuai dengan namanya, aplikasi yang disebut 'Send Money' ini berfungsi mengirimkan uang melalui pesan Facebook. Pengguna bisa memilih, mengirim uang disertai e-card atau hanya mengirim uang tanpa e-card.

"Infrastruktur PayPal dan Facebook kini telah terintegrasi. Ini adalah cara lain untuk mempersonalisasi pengiriman uang," kata juru bicara PayPal Anuj Nayar, seperti dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (21/11/2011).

Karena ini adalah transaksi peer-to-peer atau orang per orang, maka PayPal tidak membebankan biaya transaksi kepada pengguna, melainkan hanya memberlakukan batasan reguler PayPal saja.

"Mengirim uang, dari orang ke orang, tidak dikenakan biaya. Jika menggunakan PayPal atau terhubung dengan akun bank, ini gratis," kata Senior Product Marketing Manager PayPal JB Coutinho.

PayPal mengklaim, pengiriman e-card menjadi salah satu layanan yang difavoritkan. Lebih dari 500 juta e-card terkirim setiap tahunnya. Itulah sebabnya, PayPal memanfaatkan kondisi ini dengan menawarkan puluhan pilihan e-card.



Selama ini Facebook mendapat miliaran dolar dari jualan iklan di samping konten dengan unggahan 800 juta anggotanya. Sementara penggunanya tak mendapat sepeser pun. Kini Anda juga bisa ‘menambang’ uang.

Ini merupakan pengaturan yang meluas di banyak situs jejaring sosial terbesar. Namun pengusaha Bill Gross berencana mengubahnya. CEO UberMedia yang memiliki beberapa aplikasi jejaring sosial populer itu meluncurkan situs sosial media baru, Chime.in.

Situs itu secara efektif akan membayar pengguna yang berkontribusi di dalamnya. Situs ini memungkinkan individu mengirim foto, tautan, video dan teks dalam dua ribu karakter ‘lonceng’ yang akan memberi pengguna 50% pendapatan dari menjual iklan di laman profil pengguna.

Individu atau merek yang menjual bisa menyimpan semua hasilnya dari iklan. “Akhirnya, minat pencipta konten diselaraskan dengan kepentingan penerbit karena mereka akan mendapat sesuatu atas kerja kerasnya,” kata Gross.

Sebagian besar situs jejaring sosial baru mencoba memikat pengguna menjauhi pesaingnya dengan janji tunjangan yang lebih baik dan fitur lebih maju. Namun Chime.in menggunakan uang tunai untuk memastikan ‘orang punya saham saat menginvestasikan waktunya pada situs ini’.

Insentif fiskal ini berupaya mengatasi masalah yang melekat di tiap sosial media baru, yakni cara menarik pengguna. “Kami mengandalkan upaya jutaan orang untuk mendorong trafik kami,” katanya memaparkan strategi pertumbuhan usaha barunya.

“Kita akan memiliki komunitas yang besar yang dikuratori orang-orang kuat dan mereka akan mengarahkan trafik pada kami dan kami tak perlu mendorong trafik kami sendiri karena orang akan menyadari ada nilai ekonomi disini,” lanjutnya.

Hal serupa bisa ditemui pada YouTube yang ingin meningkatkan kualitas videonya. Situs berbagi video itu menerapkan strategi pembagian pendapatan serupa pada pengguna yang mengunggah konten populer. Meski strategi semacam ini seperti berjudi, Gross yakin uang akan meningkatkan kualitas konten Chime.in.

“Bila uang terlibat, Anda akan mendapat tingkat keseriusan yang tak muncul saat tak melibatkan uang,” katanya. Chime.in juga menawarkan solusi bagi mereka yang belum mengetahui cara memanfaatkan ‘likes’ Facebook atau pengikut Twitter untuk meningkatkan mereknya.

Sejauh ini, Disney, E! Entertainment, Universal Pictures dan Bravo TV telah mendaftar Chime.in untuk membuat laman bermerek mereka sendiri yang akhirnya bisa digunakan menghasilkan keuntungan.

“Selebriti, studio film, acara TV dan perusahaan penerbitan akan membuat laman di sini karena tak seperti laman Facebook, mereka bisa mencapai monetisasi berdekatan dengan konten itu sendiri, tak hanya melalui tautan dan tak semua orang mengikuti tautan yang diunggah di Facebook,” papar Gross.

Gross mengklaim, Chime.in akan berkembang lebih lanjut sebagai situs media sosial yang sudah ada dengan menawarkan desain tanpa ‘gangguan’ dan hanya menunjuk konten relevan.

Situs ini membuat pengguna bisa menandai ‘lonceng’ mereka hingga lima ‘minat’ seperti ‘Apple’ atau ‘arsitektur’ serta membuat orang bisa berlangganan update mengenai topik tertentu berdasarkan aliran ‘lonceng’ tag penulis yang ditambahkan pada tulisan mereka.

Seperti pada Twitter, pengguna saling berlangganan feed satu sama lain meski Chime.in juga menawarkan kendali tambahan atas apa yang muncul dalam ‘garis lonceng’ mereka.

Individu bisa memilih menerima update hanya berkaitan topik tertentu sehingga orang tak akan mendapat hal yang tak diinginkan. “Platform ini bukan hanya mengenai berita mendesak dan berhubungan dengan teman dan kerabat. Situs ini lebih menyelam ke dalam minat Anda,” kata Gross.

“Orang mulai menjauh dari pencarian web untuk bisa terhubung dengan orang lain dan mereka akan memberitahu saya apa yang perlu saya tahu,” lanjutnya. Ide ini memang sangat menarik namun eksekusi yang setidaknya pada versi beta situs ini masih butuh banyak perbaikan.

Chime.in mengklaim, algoritmanya akan ‘membawa konten berkualitas muncul’ dan memprioritaskan ‘lonceng’ terbaik meski mudah membayangkan penipu menemukan cara mempromosikan postingan berkualitas rendah, terutama dengan uang yang dipertaruhkan.

Aspek paling menarik mungkin bukan pada Chime.in melainkan situs seperti Facebook dan Twitter. Saat pengguna mendapat angin penawaran, akankah mereka tetap menggunakan situs jejaring sosial yang tak membagi ‘hasil curiannya’? Pertanyaan terbesar yang muncul setelah keberadaan Chime.in adalah, mengapa Facebook tak membayar saya?