Perlakuan masyarakat terhadap keluarga pelaku terorisme dinilai berlebihan. Bahkan hukuman yang diterima mirip dengan keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Social punishment yang diberikan hampir mirip dengan zaman PKI," kata pemerhati terorisme Mardigu WP saat dihubungi lewat telepon, Kamis (20/8/2009).

Lingkungan dianggap memberikan tekanan yang sangat besar pada keluarga teroris. Mereka tidak dikucilkan, tapi tertekan hingga menimbulkan depresi.

Akibat hal ini, kata Mardigu, dua generasi di bawah keluarga tersebut akan terpengaruh. "Kemungkinan mereka untuk kembali menjadi teroris pun sangat besar," imbuh ahli hipnoterapi alam bawah sadar ini.


Untuk itu, diperlukan langkah pencegahan yang efektif dari pemerintah. Penulis sejumlah hipnoterapi ini mengusulkan agar keluarga para teroris dipindahkan ke lingkungan baru yang belum mengenal mereka.

"Pengalaman di beberapa negara seperti Iran dan Irlandia, mereka dipindahkan agar berganti suasana. Di lokasi tersebut, mereka kemudian dibina oleh Departemen Sosial," jelas pria yang pernah menangani sejumlah tahanan teroris ini.

Cara tersebut terbukti mampu mencegah terulangnya regenerasi teroris. Sebab, lingkungan yang baru tidak akan menekan keluarga para keluarga.

"Jadi anak-anak mereka juga tidak akan melakukan rebel atau perlawanan lagi," pungkasnya.

0 comments

Post a Comment

,