Peristiwa penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk korban di Gaza, Palestina, oleh tentara Israel mendapat perhatian dari pengguna Twitter di seluruh dunia. Namun anehnya, topik ini tidak menjadi trending topic.

Keanehan ini muncul setelah hashtag Flotilla, yang merupakan salah satu kapal bantuan kemanusiaan yang diserang Israel ramai menjadi perbincangan. Akan tetapi, hashtag ini tidak muncul di trending topics, malah sebuah hashtag dengan nama Israel yang muncul.

Saat coba ditelusuri, Senin (31/5), hashtag "Israil" saat di-klik bukannya mengarah pada pencarian kata 'Israel', malah dialihkan ke hashtag Flotilla. Ini artinya apakah Twitter sengaja menyembunyikan hashtag dengan kata Flotilla?

Jika menggunakan layanan lain seperti trendstic, justru akan mendapatkan informasi yang berbeda. Di situ malah terpampang Flotila menjadi trending topics nomor satu setelah Israil.

Tak pelak keanehan ini membuat para pengguna layanan mikroblogging ramai-ramai menyatakan keanehannya dan menuduh Twitter telah menyembunyikan kata Flotilla yang lebih membela para relawan yang akan membantu para pengungsi Palestina.

"Twitter joins forces with the Israeli Criminals by censoring #Flotilla from trending #twitter #fail #gaza," sebut akun Essamz

Sebelumnya, konvoi bantuan pro-Palestina termasuk Frotilla mengangkut sedikitnya 700 aktivis kemanusiaan. Konvoi berlayar dari Siprus, Minggu (30/5) pagi waktu setempat. Bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza itu seharusnya tiba di perairan yang dikontrol Israel sekitar pukul 16.00 hari ini.

Namun dalam perjalannya mereka diserang oleh angkatan laut Israel. Pihak Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan karena mereka diprovokasi terlebih dahulu. Dalam serangan tersebut sedikitnya 15 orang dikabarkan tewas.


Planet paling panas di galaksi Bima Sakti ternyata paling tidak beruntung karena akan berumur lebih pendek dan dilahap oleh matahari, ungkap para ilmuwan NASA.

Ilmuwan percaya bahwa planet yang terletak 600 tahun cahaya jauhnya dari bumi itu masih memiliki usia 10 juta tahun sebelum akhirnya disantap secara lengkap.

Planet yang disebut WASP-12b, sangat dekat dengan matahari yang super panas hingga mencapai 1500 derajat Celcius. Planet tersebut melengkapi orbitnya setiap 1,1 hari.

Atmosfernya memiliki balon yang luasnya lebih besar tiga kali lipat daripada radius Yupiter dan mengeluarkan materi menuju matahari. Planet tersebut 40% lebih besar daripada planet Yupiter.

“Kami melihat awan besar yang mengandung material di sekeliling planet yang berusaha melarikan diri, tetapi tertangkap terus-menerus oleh matahari. Kami telah mengidentifikasi elemen kimiawi yang belum pernah terlihat di planet yang ada di sistem tata surya di mana manusia berada,” ujar pemimpin tim Carole Hawell dari Universitas Terbuka di AS.

Hasil penelitian tim tersebut dipublikasikan di The Astrophysical Journal Letters.

Studi tersebut mengonfirmasikan prediksi yang dibuat tahun lalu oleh Shu-lin Li dari Universitas Peking.

Dia memiliki teori bahwa permukaan planet akan terdistorsi dengan gravitasi bintang dan kekuatan gelombang gravitasi tersebut membuat bagian inti planet menjadi super panas sehingga memperluas atmosfernya.

WASP-12 adalah kumpulan bintang dan planet kerdil di konstelasi Auriga. Planet terluar tata surya tersebut ditemukan oleh Wide Area Search Planets (WASP) Inggris pada tahun 2008. Survei otomatis melihat cahaya bintang yang pudar dari planet yang melintas di depannya, sebuah efek yang disebut transit.


NOAA baru saja mengeluarkan bukti baru berupa lidah api permukaan matahari yang meleleh. NOAA merupakan lembaga yang melakukan pengamatan cuaca luar angkasa setiap hari.

Bill Murtagh menghabiskan harinya mengamati matahari, tidak secara langsung tetapi melalui sebuah pusat pengawasan cuaca ruang angkasa di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Boulder, Colorado, Amerika Serikat .

NOAA juga merupakan sumber resmi menyangkut peringatan cuaca di luar angkasa dan pemimpin pusat aktivitas serupa di seluruh dunia. Lembaga ini juga bertugas mengeluarkan ramalan harian.

NOAA baru saja mengeluarkan bukti baru berupa lidah api dari permukaan matahari yang meleleh.

Pada kelompok jurnalis lingkungan Eropa Murtagh menjelaskan lidah api tersebut bisa menyebabkan badai geomagnetik yang mampu mempengaruhi garis transmisi listrik apapun di bumi.

Murtagh menyebutkan badai magnetik telah menyebabkan pemadaman listrik luar biasa luas di Montreal Kanada pada Maret 1989 dan membiarkan 6 juta orang tanpa aliran listrik selama lebih dari 9 jam.

Lidah api atau badai matahari pertama kali diobservasi oleh astronom Inggris Richard Carrington pada 1 September 1859. Pada malam itu, aurora luar biasa indah muncul di langit bumi dan sistem telegraf rusak, sebagai hasil badai geomagnetik yang dihasilkan lidah api tersebut.

NOAA menggunakan dua satelit untuk memonitor aktivitas harian matahari. “Jika kami melihat sebuah lidah api matahari, kami bisa memberikan peringatan yang cukup kepada pembangkit tenaga listrik. Dan masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk melindungi perangkat tersebut, sebagai contoh menunda perawatan selama beberapa hari hingga badai berakhir,” ujar Carrington.

Mengenal Bank Dunia

Posted by wiby | 9:36 PM


Bank Dunia atau di dunia internasinal disebut International Bank for Reconstruction and Development (IBRD, dalam bahasa-bahasa Roman: BIRD) atau Bank Internasional untuk Pembangunan Kembali dan Perkembangan, adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan untuk melawan kemiskinan dengan cara membantu membiayai negara-negara. Pengoperasian Bank Dunia dijaga melalui pembayaran sebagaima diatur oleh negara-negara anggota.
Aktivitas Bank Dunia saat ini difokuskan pada negara-negara berkembang, dalam bidang seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia memberi pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Sebagai balasannya, pihak Bank juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau demokrasi dikembangkan.
Bank Dunia didirkan pada 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian yang dicapai pada konferensi yang berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Markas Bank Dunia berada di Washington, DC, Amerika Serikat. Secara teknis dan struktural Bank Dunia termasuk salah satu dari badan PBB, namun secara operasional sangat berbeda dari badan-badan PBB lainnya.
Kritik dan Kontroversi
Meski sering menjadi harapan negara miskin sebagai sumber pinjaman dana pembangunan, Bank Dunia sering dikritik oleh para penentang “neo-kolonial” korporasi globalisasi. Para penentang ini, yang sering disebut sebagai anti-globalisasi, menyalahkan Bank Dunia karena melemahkan kedaulatan negara penerima pinjaman melalui liberalisasi ekonomi.
Kritik yang paling umum adalah Bank Dunia berada dalam pengaruh negara-negara tertentu (terutama Amerika Serikat), yang mendapat manfaat paling banyak dari aktivitas Bank Dunia.
Kritik lainnya antara lain bahwa Bank Dunia beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip neoliberalisme, berdasarkan keyakinan bahwa pasar (bebas) dapat membawa kemakmuran kepada negara-negara yang mempraktekkan kompetisi bebas, tanpa campur tangan apa pun. Dalam perspektif ini, reformasi yang berinspirasikan “neo-liberal” tidak selalu tepat bagi negara-negara yang mengalami konflik (perang etnis, konflik perbatasan, dsb.) atau yang telah lama berada dalam kondisi tertekan (diktator atau penjajahan) dan negara yang tidak memiliki sistem politik demokratis yang stabil. Dalam sudut pandang ini, Bank Dunia lebih memilih masuknya perusahaan-perusahaan asing dibandingkan pengembangan ekonomi lokal negara yang bersangkutan.
Di sisi lain, kaum liberal mengkritik Bank karena hanya berperan sebagai organisasi politik murni. Dalam perspektif ini, Bank justru merepresentasikan penolakan terhadap konsep kemampuan pasar dalam mengatur ekonomi. Kaum liberal melihatnya sebagai alat yang dimiliki negara, untuk ekonomi internasional, yang bekerja untuk menutupi borok-borok dari kebijakan yang sedang dilakukan negara tersebut. Dalam sudut pandang ini, Bank Dunia mengambil tanggungjawab ekonomi liberal, dan tidak membiarkan kebijakan negara pada tempatnya.
Kritik lainnya berkaitan dengan lingkungan sosial dan fisik
Selama periode 1972 hingga 1989, Bank Dunia tidak melakukan pengujian lingkungan dan tidak mensyaratkan uji lingkungan dalam setiap proyek yang diajukan. Pengujian hanya dilakukan pada sebagian kecil proyek, dimana staf bagian lingkungan, pada awal 1970-an, mengirimkan formulir ceklist kepada peminjam, dan si peminjam kemudian mengirimkan dokumentasi detil dan saran-saran untuk analisis.
Juga dalam periode ini, Bank Dunia gagal dalam memperhitungkan faktor lingkungan sosial, yang paling jelas terlihat dalam program Transmigrasi Indonesia tahun 1974 (Transmigrasi V). Penting untuk diperhatikan bahwa hal ini terjadi setelah pembentukan kantor lingkungan Bank Dunia (OESA) pada tahun 1971. Menurut kritikus Bank Dunia, Le Prestre, Transmigrasi V adalah program pemindahan penduduk terbesar yang pernah dicoba… dirancang untuk memindahkan 65 juta penduduk dari negara berpenduduk 165 juta (pada saat itu) dalam tempo 20 tahun. Tujuannya adalah perbaikan kondisi ekonomi dan sosial dari pulau-pulau berpenduduk padat, mengurangi tingkat pengangguran di Jawa, relokasi tenaga kerja ke daerah lain, dan “memperkuat kesatuan nasional melalui integrasi etnis, dan peningkatan standar hidup orang miskin. Proyek transmigrasi ini dianggap gagal karena dalam beberapa kasus terjadi bentrokan antara penduduk lokal dan transmigran, dan beberapa hutan tropis menjadi rusak karena dibuka menjadi ladang pertanian.
Daftar presiden Bank Dunia
* Eugene Meyer (Juni 1946–Desember 1946)
* John J. McCloy (Maret 1947–Juni 1949)
* Eugene R. Black, Sr. (Juni 1949–Januari 1963)
* George D. Woods (Januari 1963–Maret 1968)
* Robert S. McNamara (April 1968–Juni 1981)
* Alden W. Clausen (Juli 1981–Juni 1986)
* Barber B. Conable (Juli 1986–Agustus 1991)
* Lewis T. Preston (September 1991–Mei 1995)
* James D. Wolfensohn (Juni 1995–Mei 2005)
* Paul Wolfowitz (Juni 2005–Mei 2007)
* Robert Zoellick (Juni 2007– sekarang)
Bantuan Bank Dunia untuk Indonesia
Bank Dunia telah hadir di Indonesia sejak tahun 1967 untuk mendukung pembangunan ekonomi di berbagai bidang dengan penekanan pada penurunan tingkat kemiskinan. Sejak saat itu, Bank Dunia telah mendanai 280 proyek dan program pembangunan di semua sektor ekonomi dengan nilai mencapai US$25 miliar. Hingga tahun 1990, pinjaman tahunan Bank Dunia kepada Indonesia mencapai US$1 miliar. Dua puluh tahun pertama pinjaman didominasi oleh pinjaman pembangunan bidang energi, industri, pertanian serta pembangunan infrastruktur.
Setelah terjadinya krisis keuangan pada tahun 2000, Bank Dunia melakukan reposisi dengan pengurangan level pinjaman tahunan rata-rata US$460 juta, namun dengan peningkatan fokus pada investasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pembangunan sosial dan pemerintahan pada semua level. Di tahun 2007, pinjaman ditargetkan melebihi miliaran dollar karena Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan memenuhi syarat “high case” untuk pinjaman Strategi Bantuan Negara.
Selain program pinjaman, Bank Dunia di Indonesia juga memiliki salah satu program hibah terbesar dibandingkan dengan kantor perwakilan lain dengan lebih dari satu miliar US$ dalam 133 dana perwalian atau trust fund, dimana dana terbesarnya adalah senilai US$650 juta dalam bentuk Multi-Donor Fund for Reconstruction of Aceh and Nias. (http://www.multidonorfund.org).
Trust Fund dalam jumlah besar ini memberikan bantuan dana bersama dalam proyek-proyek, bantuan teknis, persiapan proyek dan koordinasi donor di bidang-bidang kebijakan pendidikan, perdagangan dan reformasi kebijakan investasi serta strategi pemberantasan korupsi. Trust Fund mencakup lima megaprogram senilai lebih dari US$10 juta yang telah memampukan kantor perwakilan Indonesia untuk memperluas kerjanya secara signifikan di bidang pemerintahan, pengurangan kemiskinan, desentralisasi, air, kesehatan dan pendidikan.
Pada tahun-tahun belakangan ini, agenda Presiden Yudhoyono yang memprioritaskan demokrasi, desentralisasi dan anti korupsi telah menjadikan tata pemerintahan sebagai tema utama dukungan Bank Dunia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi dan tujuan-tujuan pembangunan lainnya.
Seperangkat program pembangunan berbasis komunitas yang dilaksanakan di 40.000 desa di Indonesia menyediakan bantuan infrastruktur pedesaan, ketenagakerjaan, pengembangan kapasitas, dan dana rekonstruksi. Sementara itu usaha-usaha untuk memperdalam reformasi institusional di dalam pemerintahan, transparansi dan dukungan bagi pemerintah lokal dijalankan di seluruh sektor perbankan di Indonesia.


Jejaring sosial, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Profesor J.A Barnes di tahun 1954, kali ini kerap menjadi perbincangan dikarenakan dampaknya yang meluas:positif maupun negatif.
Dapat diartikan bahwa jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (individu atau organisasi) yang terikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, teman, ide, dan keturunan.
Jaringan sosial dapat beroperasi di banyak tingkatan mulai dari individu, keluarga hingga negara. Menurut penelitian akademik Jaringan ini memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah bagi
seseorang maupun organisasi, bahkan derajat keberhasilan individu dalam mencapai tujuannya.
Dengan perkembangan teknologi, berbagai situs bermunculan, situs komunitas/jaringan sosial sebuah fenomena internet yang mewakili generasi muda. Situs-situs ini awalnya sering digunakan untuk mencari jodoh. Namun pada perkembangannyamodus yang sama juga digunakan untuk mencari teman. Salah satu jenis situs seperti ini yang populer adalah di Indonesia Friendster (juga merupakan yang pertama) dan Myspace serta facebook.
Munculnya jejaring sosial versi maya ini, mempengaruhi relasi manusia. Situs komunitas diatas di buat untuk memenuhi keinginan individu untuk berkomunikasi tanpa ada batasan waktu dan ruang. Tak jarang jejaring sosial kerap berpotensi mempengaruhi pola berpikir seseorang dan membentuk kepribadian individu.
Jejaring sosial maya yang semula digunakan sebatas menjalin ikatan diantara teman, sahabat dan keluarga, kini bermetamorfosa menjadi gerakan sosial baru. Solidaritas kebersamaan pun terbangun seketika lewat situs jejaring ini ketika Jakarta diguncang bom, bencana (cth Sumatera Barat), sosial (cth koin cinta Bilqis, koin untuk Prita). Berbagai aksi simpati dan solidaritas ini pun cepat terjalin lewat jejaring sosial maya.
Tidak hanya itu, situs jejaring ini juga bisa menjadi media politik alternatif. Hal ini terlihat dari dukungan aksi solidaritas terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak hanya garang di wadah digital saja dengan dukungan kurang lebih 1 juta pengguna Facebook. Akan tetapi, jejaring maya ini pula tampil nyata dalam aksi di Bundaran HI.
Kekuatan era digital ini menjelma menjadi kekuatan riil, dimana setiap individu memiliki kekuatan penuh untuk menyuarakan ide atau gagasannya sendiri. Akan tetapi media ini juga kerap mengundang kontroversi.
Berkembangnya situs jejaring sosial sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapidengan jernih. Khususnya bagi anak-anak, dikhawatirkan dapat
terpengaruh negatif dengan arus informasi yang sangat bebas dalam situs jejaring sosial.
Tak pelak, banyak korban anak-anak khususnya perempuan yang hilang akibat kenalan di facebook. Selain itu pula media situs jejaring ini juga tidak bebas murni. Karena banyak kasus yang berkaitan dengan pernyataan pribadi yang kerap dianggap mengundang SARA. Sebagai contoh kasus Evan Brimob, Ibnu Rachal Farhansyah memicu kemarahan masyarakat Bali, kasus Luna Maya di Twitter dan terakhir Zulfikry Imadul Biladmahasiswa ITB yang dianggap rasis terhadap masyarakat Papua.
Selain itu juga banyak perusahaan yang menganggap situs jejaring sebagai momok. Beberapa perusahaan berusaha memblokir situs jejaring, karena mempengaruhi produktifitas kerja para karyawan. Kita tidak bisa menyalahkan teknologi, karena seiring berkembangnya zaman pasti memiliki risiko yang harus dikenali. Baik buruknya situs jejaring tergantung dari kearifan dari pengguna untuk menggunakannya secara positif. Situs jejaring ini hanya salah satu wadah berkomunikasi, tapi jangan sampai terjadi dehumanisasi dalam kehidupan masyarakat. Akibat terparahnya adalah masyarakat jadi kehilangan keterampilan sosial.