Lima Langkah Bintang untuk Mengembangkan Kalimat Kekuatan Pribadi Anda:
1.Putuskan,anda akan menjadi apa di masa depan
2.Jadikanlah kalimat kekuatan pribadi anda sebuah janji kepada diri anda sendiri
3.Yakinlah bahwa anda akan mencapainya
4.Ulangilah
5.Warnailah semua aktivitas anda dengan kalimat kekuatan pribadi anda

Dua Mitos Mengenai Sukses

Posted by wiby | 7:01 PM

Saya akan mengungkap 2 mitos tentang sukses. Mungkin Anda akan terkejut dan tidak percaya terhadap apa yang saya tulis. Atau mungkin Anda akan protes. Sebaliknya, jika Anda setuju dan percaya terhadap apa yang saya tulis maka Anda sungguh sudah memiliki pemahaman dan pencerahan dalam pencapaian sukses. Mitos adalah suatu keyakinan yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan. Apa dua mitos sukses yang saya maksud? Pertama: “sukses harus dengan kerja keras”. Kedua: “orang sukses adalah orang yang terampil atau pintar”. Saya akan tunjukan bahwa kedua hal ini sebenarnya hanya mitos.

Jika sukses dihasilkan dari kerja keras, maka akan banyak milioner di setiap sudut kota. Tahukah Anda banyak pedagang yang berdagang dari subuh sampai larut malam namun tidak kaya-kaya? Padahal mereka sudah berdagang puluhan tahun. Tahukah Anda ada pedagang bambu yang membawa segerobak bambu dengan didorong dari desa jam 1 malam agar sampai di kota pagi hari? Apakah mereka kaya? Tidak.

Sementara, ada dua tukang bakso. Sama-sama bekerja keras mendorong gerobak bakso dari padi sampai malam. Anehnya yang satu sukses dan memiliki rumah makan bakso sendiri, sementara tukang bakso lainnya tetap mendorong gerobak dengan penghasilan jauh dibawah temannya. Apa yang salah? Padahal keduanya sama-sama bekerja keras?

Apakah kita tidak perlu kerja keras untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Tapi bukan satu-satunya dan bukan penyebab utama sukses.

Mitos kedua ialah masalah keterampilan. Betulkah lebih terampil akan lebih sukses? Bisa jadi Anda lebih terampil dibanding bos Anda. Banyak orang yang berkgelar MBA tetapi “tidak bisa” bisnis. Malah lulusan SDTT (SD Tidak Tamat) bisa sukses bisnis. Ini adalah realitas dan fakta, bahwa lebih pintar dan lebih terampil tidak menjamin Anda sukses.

Apakah tidak perlu terampil untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Jika Anda ingin sukses, salah satu syaratnya ialah Anda harus mengerti ilmunya dan terampil. Tetapi bukan satu-satunya penyebab sukses.

Lalu apa penyebab utama sukses? Sukses tidaknya Anda akan ditentukan oleh pola pikir Anda. Jika Anda sudah memiliki pola pikir yang benar, maka kerja keras akan mengikuti. Keterampilan yang diperlukan akan Anda miliki dalam perjalanan menuju sukses.

Jadi yang benar adalah:

Think and Grow Rich

bukan,
Work Hard and Grow Rich

Membangun Kesadaran Baru

Posted by wiby | 7:43 PM

Disadari atau tidak, sekarang ini kita hidup dalam dua realitas,
yaitu realitas dari dalam diri (inner) berupa pikiran, emosi, dan
perilaku; dan realitas luar (outer) berupa orang lain, tempat, benda-
benda, dan kejadian.

Kebanyakan orang gagal memisahkan antara dua realitas ini, sehingga
lebih sering didominasi oleh "realitas luar". Mereka menggunakan
"realitas dalam" sebagai cermin diri, atas apa yang terjadi pada
diri. Mereka hanya dapat bereaksi secara konstan sepanjang waktu dan
tidak pernah berupaya untuk menggunakan / memanfaatkan kekuatannya.

Tahukah Anda bahwa kesadaran dalam diri adalah kekuatan maha hebat
yang akan mempengaruhi setiap aspek kehidupan, bahkan dapat dikatakan
merupakan faktor utama dalam menentukan masa depan, karena kesadaran
dalam diri merupakan penyebab utama kesuksesan atau kegagalan.

Setiap kita berpikir, kita bekerja dengan energi ini dengan gerakan
yang cepat dan ringan dalam otak. Pikiran selalu mencari bentuknya,
dan selalu mencari bentuk fisik yang setara. Pikiran normal kita
bisa diibaratkan sebagai bunga api yang berasal dari nyala api.
Meskipun mereka memiliki kekuatan inti dan tenaga potensial untuk
menjadi nyala api, akan tetapi mereka dengan mudah akan segera
menghilang di udara dan mati apabila tidak dimanfaatkan.

Meskipun pemikiran tidak memiliki kekuatan yang besar, namun melalui
pengulangan- pengulangan, pikiran tersebut bisa dikonsentrasikan dan
diarahkan sehingga kekuatannya bisa diperbesar. Semakin diulang,
semakin besar energi dan kekuatannya sehingga mampu mewujudkan
bentuknya. "Pikiran yang lemah dan tidak terkonsentrasi adalah
kekuatan yang lemah. Pikiran yang kuat dan terkonsentrasi akan
menjadi sebuah kekuatan yang besar.

Coba bayangkan kita memegang sebuah kaca pembesar yang dilalui sinar
matahari. Jika kaca tersebut terus digerakkan kesemua arah, maka
sinar matahari tidak akan terfokus. Akan tetapi apabila kaca
tersebut dipegang tanpa banyak gerak dan difokuskan secara terarah
dengan benar, maka sinar matahari akan terkonsentrasi bahkan
kekuatannya bisa menimbulkan nyala api.

Begitu pua pada pikira kita, Anda hanya perlu mempelajari bagaimana
membangun, mengkonsentrasikan dan meyakini kekuatan tersebut. Anda
harus percaya bahwa apa yang Anda yakini, takuti, harapkan,
khawatirkan dan pikirkan mempunyai pengaruh pada Anda, orang lain
bahkan lingkungan Anda.

Hampir semua orang melakukan aktivitas, seperti makan, bekerja,
berbelanja, bermain, tanpa pernah memperhatikan kesadaran berpikir.
Banyak diantara kita lebih tertarik mempelajari mekanisme pikiran,
jika dengan cara berpikir kita akan menghasilkan uang. Bayangkan
sebuah sistem akuntansi dalam pikiran kita yang akan memberi tahu
kapan kita akan mendapatkan atau kehilangan uang. Pasti kita akan
bersemangat mengontrol pikiran. Kita akan menciptakan pikiran yang
akan menghasilkan uang dan menghindari yang sebaliknya.

Demikian pula yang terjadi dalam diri Anda, meskipun bukan semata-
mata dalam bentuk materi / uang melainkan energi. Dunia ini
merupakan suatu sistem pemikiran yang memiliki efek tertentu. Dunia
ini penuh dengan energi yang hidup. Suka atau tidak suka, selamanya
Anda akan menciptakan realitas-realitas baru melalui apa yang Anda
pikirkan.

Langkah awal untuk memperoleh suskes hidup adalah dengan mengontrol
jalan pikiran dan mengarahkannya dengan tepat. Hidup Anda adalah
ciptaan Anda. Periksalah cara hidup Anda. Jika Anda mengatakan
ingin uang berlimpah, akan tetapi Anda selalu berkata kekurangan
uang, barang-barang mahal, dan selalu merasa cemas, maka Anda akan
tidak dapat merasakan berlimpahnya uang. Atau jika Anda ingin
pekerjaan baru yang menantang akan tetapi Anda berpikir bahwa hal itu
tidak mungkin, maka Anda mustahil akan mendapatkannya.

Jika Anda meninginkan kekuatan akan tetapi kesadaran dalam diri Anda
adalah kelemahan, Anda akan membodohi diri sendiri bila berharap akan
menjadi kuat. Pendek kata, meskipun Anda sangat menginginkan sesuatu
akan tetapi dengan kesadaran berpikir semacam itu tidak akan
membuatnya menjadi kenyataan. Bekerja terus menerus juga tidak akan
cukup. Anda akan tetap menjadi seperti sekarang, kecuali Anda mau
mengubah kesadaran Anda dan pola berpikir.

Ingin mengubah keadaan?. Kembangkan kesadaran diri. Seorang yang
sukses punya kesadaran diri akan kesuksesannya. Seorang yang kaya
membangun kesadaran akan kekayaannya dan berpikir tentang kekayaan
yang berlimpah, sukses dan kesejahteraan. Inilah realitas cara
berpikir yang harus dikerjakan.

Anda mungkin akan berkata, "Tentu saja mudah baginya untuk berpikir
sukses dan kaya, karena ia sudah kaya, dan sukses". Tetapi jika Anda
mengatakan situasi saya berbeda. Saya tidak kaya dan sukses, situasi
dan keadaan akan terus membuat Anda begitu, kalau Anda tidak mau
merobah pola berpikir. Yang selalu membuat gagal adalah pikiran.
Anda harus belajar mengarahkan pikiran dan menciptakan kesadaran yang
Anda mau. Realitas akan berubah jika Anda memiliki kesadaran baru
yang Anda mau.

Jika Anda ingin sehat, bangun kesadaran sehat Anda. Jika Anda ingin
kaya, dapatkan kesadaran kekayaan. Atau jika ingin bahagia, Anda
harus memiliki kesadaran akan kebahagiaan, Anda tidak perlu
memikirkan latar belakang dan bagaimana masa lalu atau kegagalan yang
pernah dialami. Jika Anda senantiasa membangun kesadaran baru dan
mempertahankannya secara konsisten maka Anda akan merasakan
perubahan. Tidak perlu uang dan tidak pula dibutuhkan alat tertentu,
melainkan keputusan dan kepasrahan.

Pikiran adalah kebun yang bisa Anda tanami atau biarkan seperti apa
adanya, dan Andalah tukang kebunnya. Anda akan memanen apa yang akan
Anda tanam atau biarkan tumbuh. Pikiran Anda adalah realitas Anda.
Anda bisa memilih untuk menerima atau tidak. Anda bisa saja sadar
dan mengatur pikiran bekerja untuk Anda, atau Anda bisa
mengacuhkannya dan membiarkannya menjadikan Anda apa adanya.

Untuk mendapatkan kesadaran baru, sadarilah bahwa pikiran Anda akan
selalu dan selamanya menciptakan realitas Anda. Selamat mencoba dan
kabarkan hasilnya .....

Tugas Kita adalah mencoba

Posted by wiby | 8:37 PM

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Kita tidak pernah tahu, apakah kita akan gagal atau berhasil. Hanya satu untuk mengetahui jawabannya, yaitu dengan mencoba.

Aku bukanlah seorang pengecut, karena setiap usaha yang terbuang merupakan langkah maju yang lain.

Anda mungkin ditipu jika terlalu mempercayai tetapi hidup anda akan tersiksa jika tidak cukup mempercayai.

Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi.

Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.

Orang yang berani tidak akan membabi-buta melompat masuk ke dalam jurang, melainkan masuk dengan perlahan-lahan dan dengan mata yang terbuka setelah mengukur dalamnya.

Bangsa penakut tidak boleh merdeka dan tidak berhak merdeka. Ketakutan adalah penasihat yang sangat curang untuk kemerdekaan.

Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Nabi saw bersabda, Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki diberi hikmah oleh Allah di mana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya. (HR. Bukhari)

Saudaraku tercinta, sudah sejauh manakah Anda mencoba...?

Sebab-Sebab Musibah Terasa Ringan:
1. Menunggu pahala dan ganjaran dari sisi Allah.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang bersabarlah yang dicukupkan pahala atas mereka tanpa batas”.(QS.Az-Zumar:10)

2. Melihat kepada orang lain yang mendapat musibah
Seandainya bukan karena banyak orang di sekitarku yang menangisi saudara-saudara mereka, pastilah aku akan bunuh diri. Menolehlah ke kanan dan ke kiri. Apakah yang Anda lihat di sekeliling hanya orang-orang yang tertimpa musibah dan ujian semua? Seperti itulah. Di setiap hamparan lembah selalu saja ada yang tertimpa kesusahan.

3. Musibah yan gmenimpa diri Anda itu jauh lebih ringan dibandingkan dengan yang menimpa orang lain.

4. Musibah itu menimpa hal-hal yang berkaitan dengan dunia saja, bukan agama

5. Melakukan ubudiyah(pengabdian) dalam sebuah kepasrahan pasa saat-saat tertekan terkadang lebih agung dibandingkan dengan yang dilakukan pada saat-saat bahagia.

6. Tidak ada siasat untuk menghilangkan musibah.
“Tak usahlah berkilah untuk menghindarinya kerena berkilah untuk menghindar hanyalah menghentikan berkilah itu sendiri”.