Tahun 2012 segera menjelang. Jika Anda ingin memulai menjalankan usaha di tahun 2012, sebaiknya Anda mulai mencari-cari dan meneliti, peluang usaha 2012 seperti apakah yang kiranya akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan.
Ada jenis-jenis usaha yang dari tahun ke tahun tidak mengalami surut, bahkan cenderung terus meningkat. Berikut ini adalah peluang usaha 2012 yang diperkirakan akan menjadi tren dan salah peluang tersebut dapat Anda ambil untuk dijadikan bisnis 2012.
1. Bisnis kuliner
Ada beberapa fakta menarik tentang bisnis makanan. Fakta pertama: makanan adalah kebutuhan primer, tidak mungkin orang dapat hidup tanpa makan. Fakta kedua: orang-orang makin sibuk dengan karier sehingga tidak lagi punya waktu di dapur. Orang-orang sibuk ini lebih memilih membeli makanan mereka ketimbang memasaknya sendiri. Fakta ketiga: wisata kuliner merupakan kegiatan wisata yang telah dan akan terus menjadi tren. Dari kegiatan ini, orang-orang dapat memuaskan selera makan mereka, juga mendapatkan suasana menyenangkan layaknya orang berwisata. Ketiga fakta di atas adalah indikator kuat bahwa di tahun-tahun mendatang, bisnis kuliner masih akan terus menjadi peluang bisnis yang menjanjikan
2. Binis pakaian
Tren fashion terus berkembang dari waktu ke waktu. Setip saat, bermunculan mode-mode pakaian baru. Orang-orang yang selalu mengikuti tren mode, senantiasa mengubah penampilan, termasuk pakaian mereka, menyesuaikan dengan gaya yang sedang tren. Jelas ini merupakan peluang bisnis 2012 yang sangat menjanjikan untuk diambil.
3. Aksesori
Tren fashion tidak dapat berdiri sendiri. Tren pakaian merupakan satu paket dengan tren akserori, seperti gelang, kalung, tas, sepatu, ikat pinggang, dan pernak-pernik lainnya. Ini berarti, peluang usaha di bidang aksesori pun diperkirakan juga menjadi peluang usaha 2012 yang menjanjikan, sebagaimana bisnis pakaian.
4. Bisnis online
Era digital telah memudahkan orang untuk mendapatkan segala kebutuhannya. Dengan hanya sekali “klik”, barang-barang yang diinginkan akan diantar sampai ke rumah. Kemudahan berbelanja online inilah yang membuat bisnis online terus berkembang.
5. Laundry
Laundry adalah solusi mudah dan murah untuk masalah pakaian kotor, sprei, karpet, bad cover, dan sejenisnya. Ketimbang berjibaku dengan pakaian kotor yang menggunung, orang-orang sekarang memilih menyerahkannya ke laudry dan menerimanya kembali dalam kondisi bersih, wangi, dan rapi, hanya dengan membayar yang tidak terlalu mahal.
Itulah peluang bisnis 2012 yang diperkirakan akan menjadi tren dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit.
Observasi astronomi sangat akurat selama berabad-abad para astronom genius Maya memberi pertanda, tanggal 21/12/2012 akan menjadi kelahiran zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berbahaya dalam sejarah Bumi.
Menurut Laurence E Joseph dalam Apocalypse 2012, tanggal 21/12/2012 merupakan titik balik musim dingin tahunan ketika belahan Utara Bumi berada di titik terjauh dari Matahari sehingga siang sangat pendek.
Pada tanggal itu, tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya, seperti diyakini bangsa Maya, akan menutupi pemandangan pusat Bimasakti dari Bumi. Para astronom Maya Kuno menganggap titik pusat ini sebagai rahim Bimasakti. Keyakinan itu didukung banyak pembuktian para astronom kontemporer bahwa di situlah tempat terciptanya bintang-bintang galaksi.
Saat ini, sejumlah lembaga penelitian ilmiah mengenai atmosfer, ruang angkasa, dan teknologi di Barat menduga ada lubang hitam tepat di pusat itu yang menyedot massa, energi, dan waktu, yang menjadi bahan baku penciptaan bintang masa depan.
Untuk pertama kalinya dalam 26.000 tahun, energi yang mengalir ke Bumi dari titik pusat Bimasakti akan sangat terganggu pada 21/12/2012, tepatnya pukul 11.11 malam. Semua itu disebabkan guncangan kecil pada rotasi Bumi.
Bangsa Maya yakin, sesingkat apa pun terputusnya pancaran dari pusat galaksi akan merusak keseimbangan mekanisme vital Bumi dan tubuh semua makhluk, termasuk manusia.
Memaknai ramalan :
Ada yang menginterpretasikan 21/12/2012 sebagai ”kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif.
Pakar psikologi transpersonal dari AS, Dr Beth Hedva, yang ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu, mengibaratkan Ibu Bumi sudah sangat dekat waktunya melahirkan. Proses kelahiran tak hanya diiringi darah dan penderitaan, tetapi juga harapan dan janji.
”Selalu terjadi kontraksi,” ujar Beth Hedva. Wujudnya perang, kekejian, dan bencana akibat penghancuran lingkungan dan perusakan atmosfer Bumi—dampak kebencian dan keserakahan manusia—serta bencana yang disebabkan faktor manusia dan nonmanusia.
Dalam antologi The Mystery 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities (2007), ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang menjembatani ilmu pengetahuan dan spiritualitas, Gregg Braden, menyatakan, yang terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa diri kita di tengah Semesta Raya.
Ahli fisika biologi dan ahli kanker pada Organisasi Kesehatan Dunia, Carl Johan Calleman, peneliti Kalender Maya, mengingatkan pada transformasi kesadaran manusia.
Robert K Stiler, Direktur Program Kajian Amerika Latin Universitas Stetson di DeLand, Florida, AS, menambahkan, ”Apa pun maknanya, bangsa Maya mengajak kita merengkuh hidup berkualitas dan kesehatan planet Bumi.”
Tahun 2012 adalah tahun berjaga dengan menyadari teknologi saja tak menjamin keberlangsungan Bumi. Begitu diingatkan José Argüelles, PhD, ahli Kalender Maya dan pakar sejarah seni dan estetika dari Universitas Chicago.
”Kalau kita tidak berjaga, planet Bumi akan hancur secara alamiah karena sekarang sudah jauh dari seimbang,” ia menambahkan. ”Pikiran manusia secara massal dikontrol dan dimanipulasi pemerintah dan institusi-institusi yang menjadi faktor kunci kehidupan modern.”
Christine Page, dokter medis, ahli homeopati dan kesehatan holistik, menjelaskan, tanggapan pada zaman baru sangat tergantung pada kemampuan memahami kesalingterkaitan dan menghargai Ibu Bumi. ”Alam dan semua makhluk hidup di Bumi adalah bagian diri kita yang harus diperlakukan penuh martabat, penghargaan, dan cinta,” ujarnya.
Jadi, pilihan ada di tangan manusia: membiarkan planet Bumi hancur atau melanjutkan evolusinya. Mari kita renungkan….

Namanya Roland Emmerich. Dia keturunan Jerman. Dikenal sebagai sutradara, penulis dan produser dengan bakat efek-efek khusus berbasis action.
2012, sebuah film fiksi ilmiah yang terinspirasi dari ramalam Maya adalah karya Emmerich. Dalam waktu beberapa hari, film ini menjadi box office dan meraup triliunan rupiah.
Selain heboh, 2012 juga menebar kecemasan dan perdebatan di seluruh dunia. Terutama soal ramalan bahwa Hari Kiamat jatuh pada tanggal 21, bulan 12, tahun 2012.
Film 2012 bukan film pertama Emmerich yang bercerita tentang kiamat. Sebelumnya, Emmerich membuat dua film tentang
kehancuran dunia, yakni Independence Day (1996) dan The Day after Tomorrow (2004). Film 2012 makin membuat Emmerich dikenal sebagai sutradra spesialis film kiamat.
Emmerich lahir dan dididik di Jerman Barat. Dia belajar menjadi sutradara di Munich Film and Television School pada 1977. Film pertamanya berjudul The Noah's Ark Principle yang dibuat saat dia masih sekolah.
Film ini diputar di Festival Film Berlin 1984 dan menjadi favorit. Setelah itu, Emmerich mendirikan perusahaan produksi film Centropolis dan menyutradarai film fantasi supranatural Making Contact (1986) dan Ghost Chase (1987), dan film action Moon 44 (1990).
Dia memulai debut solonya di Hollywood dengan menyutradarai Jean-Claude Van Damme dalam film cyborg action Universal Soldier (1992). Kemudian, dia bersama aktor Dean Devlin membuat film Stargate (1994).
Film ini bercerita tentang pengembaraan ruang pencampuran Egyptiana kuno dan sihir berteknologi tinggi. Stargate menjadi hit yang tak terduga.
Emmerich kemudian kembali mengejutkan dengan film berikutnya, Independence Day (1996). Dalam film itu, Emmerich berfantasi tentang Gedung Putih yang porakp-poranda dan munculnya pesawat alien berbentuk piring terbang UFO yang
menghancurkan lambang kenegaraan Amerika.
Dalam film yang dibintang Will Smith itu, ibu kota porak-poranda karena serangan alien. Emmerich juga membuat tiga UFO untuk menyerang kota-kota besar dunia; New York, Washington DC, Los Angeles, London, Paris, Moscow dan New Delhi.
Dua tahun kemudian, Emmerich membuat kejutan dengan membuat film Godzilla (1998) dalam versi yang lebih kreatif. Melalui Godzila, Emmerich menghancurkan kota New York dengan menciptakan monster fiksi yang menjadi legenda film Jepang dan telah menjadi salah satu karakter film paling terkenal sepanjang masa.
Sukses dengan Godzila, Emmerich dan Devlin mengalihkan film berikutnya ke teknologi yang lebih rendah dengan membuat film yang bercerita soal revolusi Amerika, The Patriot (2000).
Empat tahun kemudian, Emmerich meratakan seluruh Amerika Serikat melalui film The Day After Tomorrow. Ia kembali menciptakan ketakutan kiamat melalui cerita akibat dari pemanasan global. Film ini sempat
menduduki urutan ke-45 di dunia dalam total penghasilannya, yaitu 542,771,772 dolar Amerika.
Nah, di penghujung akhir 2009 ini, Emmerich kembali menyuguhkan cerita kehancuran dunia dengan film 2012. Film ini menceritakan tentang akhir zaman berdasarkan prediksi kalender suku Maya. Dan, dunia heboh karenanya.[bersambung]
Sudahkah Anda menyiapkan diri jika zaman es tiba-tiba datang seperti pencuri di malam hari? Sejarah menunjukkan saat global warming mencapai puncaknya, hanya dalam 72 jam bumi secara tiba-tiba menjadi dingin dan tertutup es, persis seperti digambarkan film The Day After Tomorrow.
Hukum utama dari ilmu kebumian adalah “Masa sekarang adalah kunci ke masa lalu dan masa lalu adalah kunci ke masa depan”. Hal ini dimaksudkan bahwa apa yang dialami pada masa sekarang, merupakan hasil dari proses di masa lalu.
Dan jika kita mengetahui proses apa saja yang terjadi di masa lalu yang membentuk masa kini, maka kita akan mempunyai sejumlah model berbagai proses di masa lalu yang akan membantu manusia untuk membuka kunci apa yang akan terjadi di masa depan.
Jika kita berusaha untuk menyusun, menghubungkan, dan meringkas berbagai data ilmiah, geologi, dan informasi kuno yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu dan potensi kejadian lebih lanjut di masa depan, maka akan diperoleh gambaran yang tidak terlalu menyenangkan.
Data inti es Antartika menunjukkan bahwa zaman es terjadi kira-kira setiap 100.000 tahun dan datangnya tepat seperti jarum jam. Setiap kali akan memasuki zaman es, selalu di tandai dengan global warming, yang ketika mencapai puncak secara drastis akan membawa bumi memasuki zaman es.
Zaman es yang terakhir dimulai kurang lebih 105.000 tahun yang lalu, dengan lama sekitar 85.000 tahun. Sejak 20.000 tahun yang lalu, bumi mulai memanas dan es mulai mencair. Sisa dari zaman es masih dapat dilihat di berbagai belahan bumi, terutama di Artik dan Antartika.
Pencairan es ini disebabkan karena bumi mulai memanas secara gradual dan sejak 5 tahun terakhir begitu banyak es yang mencair. Baru-baru ini sebongkah gunung es sebesar negara Luxemburg di Antartica runtuh dan mencair.
Bukan hanya itu saja, sejak 120 tahun yang lalu, permukaan air laut juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemanaan global memang betul telah terjadi.
Namun hal yang sering diabaikan adalah kenyataan di masa lalu, di mana setiap terjadi global warming selalu diikuti dengan kembalinya zaman es. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika global warming yang kita alami sekarang adalah tanda dari berakhirnya zaman inter-glacial dan kita harus bersiap-siap masuk kembali ke zaman es.
Ironisnya, dunia saat ini meributkan apa yang akan terjadi dengan global warming dan berbagai protokol serta aturan dikeluarkan untuk mengantisipasi jika bumi semakin panas. Hal yang dilupakan, adalah sejarah di masa lalu selalu menunjukkan bahwa puncak dari global warming akan diikuti dengan kembalinya zaman es.
Sudahkah Anda menyiapkan diri jika zaman es tiba-tiba datang seperti pencuri di malam hari? Mengapa demikian. Sejarah menunjukkan bahwa ketika global warming mencapai puncaknya secara tiba-tiba dalam kurun waktu hanya 72 jam, bumi mendadak menjadi dingin dan es menutupi permukaan bumi, persis seperti yang digambarkan dalam film The Day After Tomorrow.
Beberapa indikasi ke arah itu sudah nampak dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Laut di China Selatan tiba-tiba membuat banyak kapal laut tidak berdaya karena tertutup es. Kota Perth mendadak lumpuh karena hanya dalam waktu 11 jam turun hujan es yang menghancurkan 150.000 rumah dan membuat rumah sakit di sana penuh dengan korban.
Presiden Obama pun mengatakan bahwa yang terjadi bukan armagedon tetapi snowmagedon, ketika AS mengalami badai salju yang luar biasa besar dan dingin, sehingga membatalkan perjalanannya ke luar negeri.
Jika dihubungkan dengan “tidurnya” sunspot, tidak berlebihan jika dalam 2 tahun ini kita akan melihat musim panas di Eropa dan Amerika akan menjadi lebih dingin dibanding tahun-tahun sebelumnya. Snowmagedon kelihatannya sedang bersembunyi untuk menyergap mangsanya yang sedang tidur. Bersiaplah.
Struktur di Chanh-La tiga jam perjalanan dari Leh itu dibangun oleh peneliti pertahanan India sebagai kubah penyelamat nomor dua di dunia setelah Svalbard Global Seed Vault di Norwegia. Svalbard Global Seed Vault dibangun lebih dari 2 tahun lalu di sebuah pulau Arktik.
Kedua kubah ini menyimpan benih untuk masa depan, sebagai cadangan jika terjadi bencana alam ataupun malapetaka yang disebabkan manusia.
Kubah Chang-La telah mendapat lebih dari 5 ribu sampel benih, di antaranya aprikot, kubis, wortel, kentang, lobak, tomat, barley, gandum serta banyak lagi. Beberapa benih akan menghasilkan senyawa anti-malaria, dan yang lainnya juga sebagai sumber bahan kimia alami anti-kanker
“Ini adalah jenis kegiatan dari bahtera Nuh,” kata William Selvamurthy, ilmuwan senior yang mengepalai divisi ilmu kehidupan di Organisasi Perkembangan dan Pertahanan Penelitian di India di mana mendanai kubah benih Chang-La.
Simpanan kubah benih ini dapat digunakan untuk menanam ulang tanaman yang hilang akibat tindakan alamiah atapun bencana oleh manusia dalam skala regional maupun global. “Kekeringan, banjir, perubahan suhu ataupun hama dapat merusak tanaman,” kata Selvamurthy.
Ide lokasi kubah benih di ketinggian Ladakh ini datang setelah adanya invasi belalang misterius setidaknya 5 tahun lalu.
“Ini merupakan serangan besar pertama belalang di Ladakh dan merusak tanaman barley begitu parah,” kata Shashi Bala Singh, direktur dari Defence Institute of High Altitude Research di Leh yang merupakan pusat penelitian untuk mengembangkan sayuran segar di Ladakh.
Meskipun Dewan Penelitian Pertanian India menyimpan repository gen tanaman nasional di New Delhi, namun biayanya sangat mahal jika benih disimpan dalam kondisi lembap panas, kata Selvamurthy.
Benih harus disimpan di bawah -18°C dalam kondisi kelembapan rendah untuk penyimpan jangka panjang. Di Chang-La, temperatur harus dibuat dalam suhu di bawah -18°C hanya pada saat musim panas, di akhir Mei dan di awal Juni.
“Kita saat ini sedang terfokus pada varietas tanaman unggul serta tanaman tradisional yang berkembang di Ladakh,” kata Singh. Namun sejalannya waktu, katanya kubah benih ini diharapkan dapat menerima contoh dari institusi agrikultural lain di India.
Deposito benih masih terhitung sedikit jika dibandingkan dengan kubah Svalbard di mana saat ini telah menyimpan lebih dari 500 ribu sampel baik beras asal India dan Malausia, hingga gandum dari Lebanon dan Afrika Selatan, serta sampel yang lain.
Svalbard Global Seed Vault adalah rumah bagi setidaknya setengah juta spesimen di seluruh dunia. Terowongan buatan manusia ini juga dijuluki sebagai Doomsday Vault atau bunker kiamat.
“Bank benih global ini melestarikan keanekaragaman genetik tumbuhan di sebuah fasilitias konservasi di luar area di mana mereka berkembang,” kata Surinder Chopra, profesor di Penn State AS.
Fasilitas bunker besar Svalbard itu berfungsi sebagai sistem back-up dalam kasus bencana lingkungan. Saat keseluruhan ladang musnah karena bencana alam maupun ulah manusia, maka para petani dapat ke bank ini untuk meminta bibit dan memulai kembali.
Bank benih juga menjadi pengaman dari serangan penyakit. Industri juga telah membuat tanaman memiliki sedikit keragaman genetis, jelas Chopra. Jarak dari keragaman ini dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit, hama dan pengganggu, dengan mengurangi kemungkinan resistensi penyakit alamiah.
Tetapi melestarikan keanekaragaman genetik di bank benih, kata Chopra, tidak hanya memberikan perlindungan jika terjadi bencana. Dalam jangka panjang, kolam gen ini dapat menyediakan peneliti dan peternak bahan genetik untuk pembibitan termasuk kegiatan rekayasa genetika.
"Tanpa bank benih, banyak materi genetik akan hilang selamanya,” kata Chopra."Ini adalah kenyataan bahwa keanekaragaman hayati, termasuk keanekaragaman hayati pertanian, menghilang dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Chopra.
Svalbard Global Seed Vault dibangun 130 meter di dalam perut gunung di wilayah kutub utara. Tujuan dibangunnya terowongan ini untuk melindungi hasil panen dari ancaman petaka yang disebabkan oleh alam ataupun oleh tindakan manusia.
Fasilitas ini dibangun selama 12 bulan dan dioperasikan pada Februari 2008. Pembangunan ruangan di bawah tanah ini memerlukan biaya US$ 7 juta. Fasilitas itu telah menyimpan sepertiga hasil panen yang paling penting. Termasuk masuknya 32 varietas kentang dan dari bank gen Irlandia. Kurangnya varietas kentang Irlandia pernah menjadi sumber kelaparan di wilayah itu pada pertengahan 1800-an.
Terowongan itu berada di gunung di wilayah Svalbard Norwegia. Terowongan dioperasikan bekerjasama dengan GCDT dan pemerintah Norwegia. Terowongan ini berfungsi sebagai cadangan jika simpanan aslinya rusak atau hilang. Ruangan ini juga dijaga, agar suhunya terus di bawah nol derajat celcius.
Terowongan kiamat itu diresmikan oleh PM Norwegia Jen Stoltenberg dan pemenang Nobel Wangari Maathai. Jika diisi penuh, terowongan ini mampu menampung 4,5 juta sample atau 2 miliar hasil panen dari lebih 10 negara.
Koleksi dan pemeliharaan dilakukan oleh GCDT. Tempat itu berisi tiga ruangan aman, berada di ujung terowongan sepanjang 125 meter dengan empat pintu. Fasilitas itu bukan sebagai pengganti bank tanaman pangan milik suatu negara. Tapi untuk meyakinkan semua negara memiliki cadangan bibit tanaman pangan.
Jika bibit tanaman di dunia rusak total, misalnya karena bencana alam, bisa dibuat kembali dengan menggunakan contoh yang disimpan di Svalbard. Situs itu berlokasi 1.000 km dari pulau utama Norwegia.
Wilayah ini dipilih karena geologinya stabil, terpencil dan di kelilingi salju yang berfungsi sebagai lemari es alami, sehingga cocok untuk mengawetkan bibit tanaman.
Vivos, perusahaan yang berbasis di California adalah yang membangun jaringan bunker mewah di seluruh Amerika Serikat.
Perusahaan itu menjual pada 200 orang tempat persembunyian bawah tanah, yang didesain tahan terhadap bencana, dari ledakan gunung berapi besar, hingga serangan nuklir.
"Sekitar sepertiga dari semua pelamar berasal dari pihak militer, penegakan hukum, dan bidang keamanan,” kata Direktur Vivos Robert Vicino.
Saat ini sepertiga pemesan bunker yang lain adalah mereka yang berada di bidang kesehatan seperti perawat, petugas rumah sakit, dokter, teknisi dan psikiater. Mereka adalah kelompok yang sadar akan adanya bencana serta kecelakaan sepanjang waktu.
“Mereka tahu ada risiko tinggi dan Anda tidak dapat mengharapkan pemerintah untuk menjaga Anda,” kata Vicino.
“Di sana ada kesempatan di mana Anda membutuhkan penampungan bawah tanah untuk bertahan hidup.”
Tersedia 5 lokasi yang dirahasiakan, masing-masing bunker memiliki ukuran 6.100 meter persegi, terkubur 9,1 meter hingga 12,1 meter di bawah permukaan tanah, cukup aman untuk bertahan hidup dari ledakan 50 megaton dalam jarak 10 mil.
Tempat ini juga mencakup ketentuan untuk memberi asupan makanan, pakaian serta pembersihan selama setahun.
Sebuah keluarga diminta membayar US$50 ribu (Rp 455 juta) untuk yang berusia dewasa atau US$25 ribu (Rp 227,5 juta) untuk masing-masing anak kecil (hewan peliharaan tidak dipungut biaya).
Mereka akan mendapatkan tempat dengan luas 30,48 meter persegi dan memiliki akses ke area umum, ruang perlengkapan, klinik medis dan gigi, elektronik dan apapun untuk bertahan hidup.
Perusahaan di AS itu juga akan bertindak sebagai penyimpan DNA hewan dan tumbuhan, jika dunia membutuh hal itu nantinya.
“Kita melihat konvergensi cepat dari bencana besar. Tampaknya setiap minggu muncul salah satu yang besar,” kata Direktur Vivos Robert Vicino seperti dilaporkan Yahoonews.
“Cepat atau lambat, Al-Qaida akan mendapatkan keberuntungan. Atau bisa saja akan ada tornado maupun ekonomi runtuh seperti yang kita lihat di Yunani.”
Vivos, perusahaan yang berbasis di California adalah yang membangun jaringan bunker mewah di seluruh Amerika Serikat. Vicino dan perusahaannya menjual saham pada 200 orang, sebuah lokasi persembunyian bawah tanah yang didesain tahan terhadap bencana, dari ledakan gunung berapi hingga serangan nuklir.
Tersedia 5 lokasi yang dirahasiakan, masing-masing bunker memiliki ukuran 6.100 meter persegi, terkubur 9,1 meter hingga 12,1 meter di bawah permukaan tanah, cukup aman untuk bertahan hidup dari ledakan 50 megaton dalam jarak 10 mil.
Tempat ini juga mencakup ketentuan untuk memberi asupan makanan, pakaian serta pembersihan selama setahun. Sebuah keluarga diminta membayar US$50 ribu (Rp 455 juta) untuk yang berusia dewasa atau US$25 ribu (Rp 227,5 juta) untuk masing-masing anak kecil (hewan peliharaan tidak dipungut biaya). Mereka akan mendapatkan tempat dengan luas 30,48 meter persegi dan memiliki akses ke area umum, ruang perlengkapan, klinik medis dan gigi, elektronik dan apapun untuk bertahan hidup.
Meskipun tidak menghadapi bencana besar, tapi penyewa merasakan ancaman maka dapat pergi ke bunker kapanpun. Namun, para pemegang saham tidak dapat hidup atau liburan di tempat itu dan mereka harus mengganti pasokan yang mereka gunakan.
Cuaca Matahari.
Pada bulan Maret 1989, CME besar menerjang bumi bagian utara dan melemparkan aliran listrik 1500 Gigawatt (25 kali jumlah jaringan listrik nasional Inggris) ke atmosfir bumi. Jaringan listrik di Kanada terbakar, dan 6 juta orang terpaksa kehilangan sumber listrik sekitar 9 jam.
“Jangka waktu pemadaman listrik yang sangat panjang mungkin masuk akal,” kata John Kapperman dari Metatech Corporation, wakil pemerintah AS yang menyelidiki dampak badai matahari yang parah.
Infrastruktur yang berada di gerbang kritis seperti air minum, ketersediaan makanan dan obat-obatan, pengolahan limbah, transportasi dan komunikasi, semua akan lumpuh selama beberapa hari.
“Ironisnya, ini paling mungkin terjadi di negara yang paling maju dengan kekuatan listrik yang memiliki paling banyak koneksi, sehingga terkena dampak paling parah,” kata Kappenman.
Dampak Asteroid.
Pembalikan Medan Magnet.
“Kekuatan dari medan magnet bumi telah meningkat sekitar 8% selama 150 tahun terakhir,” kata Nils Olsen dari Denmark National Space Institute. “Di beberapa wilayah telah meningkat sekitar 10% dalam kurun waktu 20 tahun.”
Gempa Bumi.
“Jika gempa bumi besar mengguncang area San Francisco California, ini bisa jadi berpotensi mengakhiri pemasokan chip dari beberapa produsen Silicon Valley untuk beberapa bulan,” kata Peter Sammonds, ahli geofisika di University College London.
Di kasus ini dampak bisa jadi menyangkut kepentingan global seperti pemasokan produk khusus seperti penggunaan peralatan rumah sakit dan bank, yang menyebabkan kelangkaan. Catatan yang tidak penting, adalah mungkin akan kehilangan sinyal smartphone sehingga tidak mampu mengakses Facebook dan Google untuk sementara.
Gunung Api
Di seluruh Eropa, kabut tebal menghalangi manusia dan meningkatkan suhu udara hingga menyebabkan ribuan kematian. Selain itu juga menyebabkan kegagalan panen beras di Jepang dan melemahnya musim hujan di Afrika dan India akibat kejadian tersebut.
Peneliti memperkirakan bagian dari Canary Island merupakan kewajaran dari longsor utama. Jika ini terjadi, maka kejadian tersebut akan menyebabkan tsunami yang dapat mematahkan kabel bawah laut serta menggenangi pantai timur Amerika Serikat.
Lingkaran Metana.
Sinar Kosmik.
Kiamat 2012 juga tercantum di kalender suku Maya, yang disebut ‘Long Count Calendar’. Bangsa tersebut telah musnah, namun sisa penanggalan mereka masih bisa diakses.
Berdasarkan penaggalan Maya, kehidupan saat ini akan berakhir pada hari terakhir Baktun ke-13. Pada kalender masehi, hal tersebut berarti 21 Desember 2012. Bangsa Maya menyebut periode 20 tahun Baktun ke-13 (1992-2012) sebagai periode regenerasi bumi atau pemurnian bumi.
Pada tahun 775, seorang biksu Maya memprediksikan setelah 1991, akan terjadi dua fenomena besar. Yakni kewaspadaan kosmis umat manusia serta pemurnian atau regenerasi bumi.
Beberapa meyakini, Great Seal of the United States menjelaskan ramalan ini. Segel itu bisa terlihat pada lembaran dolar AS. Di bagian belakangnya terdapat piramida 13 tingkat dengan gambar mata di puncaknya. Besar dugaan simbol ini berarti kebangkitan umat manusia setelah Baktun ke-13.
Pada 2007, seorang ilmuwan proyek di ICESat mission milik Badan Antariksa AS (NASA), Dr H Jay Zwally, memperkirakan seluruh es di Laut Arktik meleleh pada 2012. Ilmuwan lain seperti Dr Habibullo Abdussamatov dari Pulkovo Astronomical Observatory di Rusia meramalkan pada 2012, bintik matahari akan membawa bumi pada awal zaman es hingga pertengahan abad mendatang.
Beberapa meyakini, pada tahun itu bumi akan bertabrakan dengan sebuah planet bernama Nibiru. Namun, keberadaan planet itu lebih erat kaitannya dengan mitos Sumeria ketimbang sebuah produk observasi astronomi.
Tetap harus dikagumi kemampuan bangsa Maya untuk mengungkapkan sesuatu, 2.000 tahun sebelum komputer diciptakan. Bahwa 21 Desember 2012 akan menjadi akhir dari rotasi bumi, setelah sebuah siklus yang berlangsung hampir 26 ribu tahun.
Pada titik balik tertinggi matahari di musim dingin 2012, matahari akan berada tepat di Celah Gelap (Dark Rift) galaksi Bima Sakti. Beberapa ahli astronomi mengartikan posisi galaksi ini sebagai terbukanya pintu bagi bumi.
Kenyataan atau mitos, ramalan mengenai 2012 selalu menjadi sebuah kesempatan yang baik bagi umat manusia untuk mengkaji kembali nasib-nya. Yang jelas, para ahli saat ini sedang sibuk mencari tahu bagaimana matahari pada 2012 mendatang. Mulai dari posisinya hingga efek yang ditimbulkan terhadap bumi ketika itu.
Data geologi menunjukkan sejak 3,5 miliar tahun lalu bumi melalui beberapa kali proses kehancuran dan setelah itu muncul kehidupan baru.
Setiap kali terjadi pemusnahan spesies, akan muncul kehidupan baru yang sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya. Pemusnahan terbesar terjadi 250 juta tahun yang lalu di mana 97% spesies kehidupan musnah. Peristiwa ini dikenal sebagai the mother of all extinction.
Mengapa 250 juta tahun yang lalu terjadi peristiwa pemusnahan spesies secara global? Seperti halnya bumi yang mengelilingi matahari secara penuh selama 1 tahun, demikian juga tata surya kita mengelilingi pusat galaksi secara penuh setiap 250 juta tahun.
Hal yang mempengaruhi adalah kehadiran galaksi kerdil yang disebut Sagitarius. Pada saat galaksi itu melewati tata surya kita terjadi bombardment meteor yang juga masuk gravitasi tata surya, di mana bumi kita berada.
Diperkirakan tahun 2012-2013, galaksi kerdil Sagitarius akan kembali melewati tata surya kita, sehingga diperkirakan peristiwa 250 juta tahun lalu akan terulang kembali. Penelitian komprehensif tentang hal ini dilakukan olah Rhawn Joseph Ph.D yang di dokumentasikan dan dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=VgZzQc9oCwY&feature=channel.
Jika solar maksimum terjadi berdekatan atau bersamaan dengan melintasnya galaksi Sagitarius maka akan menimbulkan efek berantai yang dahsyat bagi kehidupan. Hujan meteor terjadi di mana-mana dan akibatnya menyebabkan bumi akan mendingin akibat nuclear winter.
Apakah manusia bisa mempersiapkan diri dan menghindar akibat yang ditimbulkan oleh solar maksima dan hujan meteor?.
Persiapan negara super power
Beberapa negara termasuk PBB ternyata telah mengantisipasi hal itu. Bersama Pemerintah Norwegia, PBB menyiapkan bunker bawah tanah untuk menyimpan jutaan bibit tanaman dalam ribuan container. Dokumentasi tentang hal ini dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=lXW_vzQppGI.
Pemerintah Norwegia sendiri telah membangun dan memilki fasilitas bunker semacam ini untuk menampung kira-kira 2 juta orang sebagai perlindungan jika malapetaka akibat solar maksima, meteor serta tsunami terjadi.
Bagaimana dengan Amerika?. Ternyata Amerika jauh hari telah mempersiapkan diri dengan membuat begitu banyak bunker sebagai persiapan apabila “D day” tiba.
Penelitian penting tentang persiapan rahasia menghadapai malapetaka yang akan datang dilakukan oleh Jesse Ventura dan timnya yang di dokumentasikan sebagai film dokumenter yang dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=sm54OTiTR6E.
Bagaimana dengan Indonesia? Sudahkah negara kita menyiapkan diri? Jika pemerintah belum melakukan sesuatu, apakah kita harus bergantung pada pemerintah ataukan melakukan bersama secara swadaya?
Apa yang perlu kita lakukan?
Kita punya pilihan. Bersikap skeptik tanpa melakukan penelitian lebih lanjut. Pilihan kedua adalah mempelajari data-data yang telah ada, dan berupaya mengenal pola yang terjadi di masa lalu, untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan.
Sebagai seorang earth scientist saya tidak mau mempercayai begitu saja apa kata orang sebelum melakukan penelitian pribadi atas data dan informasi yang telah begitu banyak tersedia.
Hasil studi literatur selama 5 tahun terakhir ternyata menunjukkan bahwa data yang diungkapkan bukan karangan tetapi sangat logis. Dengan reason yang kuat dan pola yang pernah terjadi di masa lalu dengan cukup meyakinkan, tidak ada hal yang lebih baik untuk memperkirakan keadaan masa depan dengan mempelajari masa lalu.
Sejak tahun 1996 penggunaan satelit untuk berbagai kepentingan sangat mendominasi kehidupan sehari-hari.
Apabila terjadi solar maksima yang besar, semua satelit yang ada akan luluh lantak dan tidak berfungsi. Bukan itu saja, penyaluran listrik juga akan terkena dampaknya sehingga bumi akan sama sekali gelap tanpa listrik.
Kelihatannya hal itu sederhana, namun ketiadaan komunikasi dan energi akan menyebabkan meledaknya kekacauan global. Jika kita tidak melakukan langkah persiapan, maka akan ada kesusahan besar. Kesusahan seperti apa saja? Sangat banyak dan beberapa di antaranya sebagai berikut:
Pertama, sistem elektronik bank tidak berfungsi, dan akses untuk mendapatkan uang tertutup. Logam seperti emas, nikel, tembaga, nikel akan menjadi alat tukar, dan uang nilainya sama dengan kertas toilet
Kedua, ketiadaan listrik menyebabkan transportasi yang membawa bahan bakar terhambat. Industri yang membutuhkan listrik dan bahan bakar serta air otomatis tutup. Pabrik pengolah makanan akan runtuh sehingga distribusi pangan terhenti sama sekali.
Ketiga, ribuan pasien di rumah sakit yang dalam keadaan kritis tidak dapat memperoleh pertolongan karena tidak adanya peralatan yang berfungsi.
Keempat, pemerintah tidak berfungsi karena semua fasilitas komunikasi, pangan, energi tidak berfungsi.
Kelima, masyarakat kebingungan dan panik serta kelaparan. Tidak berapa lama kemudian pandemik akan muncul, dan peradaban kita akan mulai lagi dari nol.
Dalam 6 tahun terakhir masyarakat dunia telah menyaksikan berbagai bencana besar. Di mulai dengan tsunami akhir Desember 2004, badai Katrina, gempa di atas 7 skala Richter di Haiti, Chile, China dan terakhir letusan gunung yang sudah lama tidur di pulau tenang Islandia.
Bencana seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Sensitivitas kita melihat hal-hal besar seperti ini menipis dan akhirnya kita lengah.
Jika bersikap seperti ini, maka sama artinya dengan tidak bertanggung jawab terhadap apa yang akan menimpa diri kita dan saudara kita lainnya di dunia.
Apa yang akan terjadi di 2012 dan akibatnya pada siklus kehidupan?
Solar Maksimum.
Solar maksimum adalah periode aktivitas matahari terbesar dalam siklus matahari. Selama solar maksimum, sunspot atau bintik matahari muncul.
Berlawanan dengan solar minimun, solar maksimum adalah saat di mana medan magnetik matahari paling terdistorsi karena medan magnet di ekuator matahari berputar sedikit lebih cepat daripada di kutub matahari. Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun dengan variasi antara 9 dan 14 tahun.
Kini peneliti di NASA telah secara resmi mengumumkan badai matahari akan terjadi. Pemberitaan resmi NASA tentang solar maksima yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012 diumumkan di web resminya. Di situs itu, NASA mengatakan pada 2012 polar matahari memiliki titik didih yang sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5 kali lebih besar dari sekarang.
Selain itu, NASA memberitakan akan adanya badai besar dan tsunami besar di tahun 2012, di wilayah lautan sekitar Convenyor Belt di mana Indonesia adalah bagian dari Convenyor Belt tersebut.
NASA mengklaim jika hal ini terjadi, 2/3 populasi di bumi akan lenyap. Namun kedua informasi ini kemudian dihapus oleh NASA. Mereka belakangan sadar jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan dunia akan terjadi, penjarahan di mana-mana dan global panic. Itu sebabnya mengapa NASA kemudian menghapus informasi itu dari websitenya.
Namun penghapusan informasi itu tidak menghentikan para scientist mengumumkan hasil penelitiannya yang menganggap bahwa masyarakat dunia mempunyai hak untuk mengetahui apa yang akan terjadi agar dapat mempersiapkan diriya dengan baik.
Astrofisikawan terkenal Michio Kaku melalui Fox News Channel TV membenarkan bahwa solar maksima akan terjadi pada tahun 2012 dan akan menimbulkan kekacauan global. Penjelasan Michio Kaku masih dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=4_TzIUlaQok&feature=related, namun setelah mendapat ”peringatan”, ia kemudian memberikan penjelasan yang bertolak belakang.
Prediksi ini juga datang dari sumber lain, tim peneliti yang dipimpin oleh Mausumi Dikpati dari National Center for Atmospheric Research (NCAR). Ia mengatakan bahwa siklus sunspot akan 30% - 50% lebih besar dari yang sebelumnya. Ia memperkirakan hal itu akan terjadi pada tahun 2012. David Hathaway dari National Space Science & Technology Center (NSSTC) bahkan memprediksi solar maksima ini akan terjadi antara tahun 2010- 2011.
Sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh DR Alfred Webre kemudian membuat penelitian tersendiri yang disebut Project Camelot. Secara sangat ilmiah ia menyampaikan betapa seriusnya masalah yang akan dihadapi warga dunia, jika solar maksima terjadi tidak lama lagi.
Dalam presentasinya di Los Angeles 19 September 2009, secara rinci ia menjelaskan tentang dampak dari solar maksima yang dapat diikuti di http://www.youtube.com/watch?v=y6gUY3i79CI. Pendapatnya didukung oleh banyak scientist lain seperti DR Dawid Wilcock, Andrew Basiago, Bob Dean dan Brian O’Leary. Tokoh-tokoh ini dianggap sebagai whistleblower tentang apa yang selama ini dirahasiakan atau ditutupi oleh NASA.
Teori munculnya bencana pada 2012 memuncak saat pembahasan kalender Maya yang berakhir pada 20-12-2012 dan diartikan sebagai akhir dunia. Bencana dahsyat pada 2012 juga dikaitkan dengan teori tabrakan antarplanet.
Banyak orang di dunia yang percaya, NASA menyembunyikan informasi adanya sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak bumi. Planet itu disebut Nibiru dan sedang dalam jalur akan menabrak bumi.
Sementara yang sudah diumumkan secara resmi oleh NASA adalah ancaman bahaya dari badai matahari raksasa yang puncaknya terjadi pada 2012.
Jika pada 2012 memang terjadi bencana, di manakah tempat di muka bumi yang aman? barang-barang apa yang harus dibawa dan disiapkan? Dan bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana Desember 2012 itu?
Untuk itu bekerjasama dengan Richard Claproth, pakar ilmu bumi lulusan Ph.D dari University of Wollongong Australia guna membahas topik itu.
Rubrik ini bukan berisi tahayul atau mistik, namun membahas kemungkinan yang akan terjadi pada bumi di 2012 dan tahun-tahun yang akan datang, secara ilmiah.
Richard Claproth, lulus S1 jurusan geologi ITB dan pernah memegang berbagai jabatan penting di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Teknologi Informasi Bappenas, Deputi Menko Ekuin, Sesmen Meneg BUMN dan terakhir Komisaris Bank Mandiri.














