Ada yang berbeda dengan Twitter hari ini. Apakah itu? Sempatkan untuk menengok halaman depan Twitter dan Anda akan menjumpai perubahan baru tersebut.

Perubahan ini terletak pada desain home page yang kini lebih menonjolkan pada konten (tweet). Kita telisik satu persatu apa saja yang Twitter sajikan dalam halaman terasnya ini.

Di kolom sebelah kiri, terdapat kotak bertuliskan 'See who's here'. Di sini Twitter menampilkan 20 pengguna Twitter yang telah dipilih dari berbagai bidang dan profesi.

Kemudian di paling tengah, Twitter menyajikan tweet-tweet paling populer di bawah tulisan Top Tweets. Postingan tweet ini dipilih secara algoritmik dan akan update secara otomatis dalam hitungan detik.

Sementara dalam lajur berwarna biru tua, deretan Trending Topics (TT) yang bisa di-scroll untuk mengetahui alasan mengapa ia menjadi TT, akan memudahkan pengguna dalam melacak pergerakan dunia. Semua ini bisa diakses meski si user tidak memiliki akun Twitter.

Dalam blog resmi mereka, situs 140 karakter ini menyampaikan alasan perubahan tersebut. "Semua perubahan ini menegaskan bahwa Twitter bukan hanya tempat mengupdate status saja. Ini adalah jaringan untuk pertukaran informasi dalam waktu singkat," demikian pernyataan Twitter seperti yang dikutip dari Blog resmi mereka, Rabu (31/3/2010).

Sebelumnya halaman teras Twitter memfokuskan diri pada trending topics, selain juga menampilkan kolom pencarian. Namun sepertinya Twitter menyadari bahwa tidak semua warga Twitter merasa puas karena sebagian topik TT terkadang hanyalah 'sampah'.


Internet saat ini sepertinya sudah tak bisa lagi dipisahkan dengan geliat situs jejaring sosial. Bahkan bagi beberapa orang sudah ada yang merasa kecanduan dengan Facebook cs.

Sehingga jika dalam sehari tidak singgah ke situs-situs tersebut, rasanya ada yang kurang bagi mereka ketika melewati hari.

Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah juga bisa disebut sebagai pecandu jejaring sosial? Simak 10 ciri-cirinya menurut lembaga analis RetrevoGadgetology yang dikutip dari PC World, Senin (29/3/2010).

1. Anda berbicara atau mengirim pesan hanya 140 karakter atau kurang dari itu. Ini mencerminkan bahwa pola pikir Anda sudah sangat meresap dengan Twitter yang hanya memperbolehkan mengirim 140 karakter di setiap pesan yang dikirim.

2. Anda seringkali iseng untuk mencolek alias 'poke' teman atau rekan kerja meski sekadar hanya untuk pergi ke toilet.

3. Ketika ditanya oleh seseorang, "Bagaimana akhir pekanmu?". Di pikiran Anda yang pertama kali muncul adalah "Duh, aku lupa untuk mengupdate status di Facebook dan Twitter".

4. Kerap kali memposting link tentang keberhasilan memainkan game di Facebook. Misalnya: 'Sukses naik ke level 932 Mafia Wars". Sementara di Twitter, dalam 24 jam langsung mem-follow ribuan account sekaligus.

5. Anda menilai bahwa diri berhasil dan berharga dengan mengukur dari seberapa sering Anda me-retweed.

6. Ketika koneksi internet terhambat, Anda tak sabar untuk terus menerus me-refresh halaman jejaring sosial yang ingin dibuka.

7. Mengganggap bahwa dengan menambah satu orang follower sangat begitu berarti, seperti mencetak skor dalam sebuah pertandingan olahraga.

8. Mengecek atau mengupdate status di Facebook dan Twitter sebelum tidur.

9. Selalu wara-wiri di jejaring sosial sedikitnya satu kali sehari.

10. Ketika ingin bersantap alias makan pun tak bisa menahan diri untuk tetap aktif ke situs jejaring sosial.


Perusahaan yang paranoid akan tindak-tanduk karyawannya di situs jejaring sosial mungkin akan tertarik dengan software yang satu ini. Software ini bisa memata-matai karyawan di Facebook, Twitter dan situs lainnya.

Software bernama Social Sentry itu telah diperkenalkan oleh sebuah perusahaan bernama Teneros di Amerika Serikat. Seperti dikutip dari NYTimes, Selasa (30/3/2010), piranti lunak ini bisa mengawasi kegiatan karyawan di sebuah perusahaan saat mengakses situs jejaring sosial.

Dengan biaya sekitar USD 2 - 8 per karyawan, Social Sentry akan memantau akun Facebook dan Twitter karyawan di sebuah perusahaan. Selain itu, rencananya kemampuan Social Sentry akan ditambah sehingga memantau situs lain seperti YouTube, MySpace atau LinkedIn.

Social Sentry dipromosikan sebagai cara untuk mencegah lepasnya informasi rahasia dari perusahaan ke publik. Selain itu, ia juga bisa memantau seberapa sering karyawan menggunakan Facebook atau Twitter saat jam kerja.

Memang, selama ini perusahaan juga bisa saja secara manual memantau akun Facebook dan Twitter karyawannya. Namun Social Sentry menawarkan cara mudah untuk memantau secara otomatis informasi publik yang ditampilkan para karyawan di situs jejaring sosial.

Istri tersangka PNS pajak Gayus Tambunan, Milana Anggraeni mengirim pesan elektronik (e-mail) kepada seseorang kemudian disebarkan melalui milis. Inilah bunyinya.

Dear , My Sister ,

Ketika kami coba untuk menenangkan diri ke LN, kamipun terus dikejar, padahal kami juga akan kembali ke tanah air, pastinya akan memberikan informasi secara jelas tentang berita miring kasus MARKUS Rp25

M................())

Padahal suami sudah berkomunikasi dengan satgas mafia hukum dan menerangkan yang memang apa adanya, jika disitu suami salah, suami pun akan bertanggung jawab.

Dan yang paling kaget, kenapa satgas mengaku pertemuan di LN dengan suami saya dibilang kebetulan, yang padahal suami dikontak sama seseorang yang meminta bertemu. Pertemuan di rumah makan dengan suami saya bukan kebetulan, tapi suami saya diajak bertemu.

Dalam pesan curahan hati istri Gayus Tambunan, Milana Anggraeni mengeluhkan suaminya korban politik. Inilah bunyinya.

Adaapakah ini.......apakah suami saya jadi korban para politisi di negara tercinta kami untuk mengalihkan suatu isu atau memang ada faktor lain.

Padahal kasus besar masih banyak. termasuk BLBI, Misbakum, Ayin, suap DPR, Century dll.........

Ayo TUNJUKAN KEBENARAN !!!! JANGAN TEBANG PILIH.

Gitu aja mba.. saya juga mau ke Jakarta lagi... tapi mungkin beberapa hari ini saya diam diri dulu, tunggu kondisi stabil.

Tks yah suportnya...............


Facebook akan mengganti cara bertanya pada pengguna bagaimana berhubungan dengan merek ataupun selebriti di situs itu. Facebook tidak lagi menggunakan “become a fan”.

Facebook mengatakan dengan perubahan itu pengguna diharapkan dapat lebih nyaman terhubung dengan merek yang disukai, dan akan menyederhanakan situs itu.

Bisnis menggunakan halaman Facebook yang gratis untuk terkoneksi dengan pelanggan sekaligus mempromosikan produk mereka. Facebook menghasilkan uang dari pengiklan yang muncul pada tiap halaman Facebook. Rata-rata pengguna Facebook menjadi fans untuk 4 halaman setiap bulannya.

“Ide untuk menyukai sebuah merek terasa lebih alami dibandingkan tindakan menjadi fans,” kata Michael Lazerow, CEO dari Buddy Media, perusahaan yang membantu perusahaan membangun merek mereka si situs jejaring sosial, semacam Facebook.

Meskipun komitmennya terasa lebih rendah tapi artinya masih tetap sama. Teman akan melihat seorang pengguna menyukai sebuah merek, dan halaman merek itu akan muncul di profil Facebook pada semua orang yang melihat.

Situs jejaring sosial terbesar di dunia itu sudah lama diketahui secara konstan mengubah pengalaman user dalam mengguanakan situsnya.

Meskipun muncul banyak keluhan, tapi Facebook terus memikat jutaan fans baru. Bahkan setengah dari 400 juta penggunanya mengunjungi situs ini setiap harinya.


Buronan kasus penggelapan pajak, Gayus Halomoan Tambunan akhirnya berhasil dibujuk Tim Satgas Antimafia Hukum dan Mabes Polri untuk pulang ke Indonesia.

Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana dalam surat elektorniknya, Rabu (31/3), memaparkan kronologi penjemputan dari Singapura. Berikut kronologinya;

Awalnya, pada Selasa (31/3), pukul 10:00 WIB Satgas Pemberantasan Mafia Hukum berkoordinasi dengan Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi untuk menjajaki kemungkinan bekerjasama untuk melakukan penjemputan Gayus Tambunan di Singapura. Diputuskan Tim Satgas berangkat hari itu juga ke Singapura.

Pada pukul 16:40 dihari yang sama, anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa dan Denny Indrayana, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Changi Singapura. Lalu pada pukul 19:15 waktu Singapura Tim Satgas mendarat di Changi dan langsung berkoordinasi dengan Kabareskrim yang sudah lebih dahulu berada di Singapura.

Pukul 20:30 Tim Satgas yang berencana makan malam di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road, tapi secara kebetulan bertemu dengan Gayus Tambunan yang juga sedang membeli makan malam. Tim Satgas langsung menghubungi Kabareskrim melalui telepon untuk memberitahukan keberadaan dan pertemuan dengan Gayus.

Tim Satgas Antimafia Hukum dan Mabes Polri tak sengaja bertemu dengan Gayus Halomoan Tambunan di Singapura. Gayus akhirnya berhasil dibujuk untuk pulang ke Indonesia.

Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana dalam surat elektorniknya, Rabu (31/3), memaparkan kronologi penjemputan dari Singapura. Berikut kelanjutan kronologinya;

Setelah bertemu Gayus secara tak sengaja saat Tim hendak makan malam di di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road, kemudian, dari pukul 20:30 hingga 22:30, Tim Satgas berbicara selama 2 (dua) jam dengan Gayus untuk membujuk dan meyakinkannya agar kooperatif kembali ke tanah air menghadapi proses hukum. Melalui dialog yang cukup panjang, Gayus dapat diyakinkan bahwa pilihan kembali ke tanah air adalah pilihan terbaik dibandingkan harus terus-menerus bersembunyi di Singapura.

Selanjutnya, pada pukul 22:30 Tim Satgas bersama Kombes Pol M Iriawan mengantarkan Gayus kembali ke Hotel Mandarin Meritus (Kamar 2105) untuk berunding dengan istrinya yang menyertainya di Singapura. Dan pada pukul 23:30 WIB Tim Satgas beserta Kombes M Iriawan mempertemukan Gayus dengan Kabareskrim, Staf Konjen RI di Singapura serta pejabat kepolisian Singapura untuk mempersiapkan dokumen imigrasi agar yang bersangkutan dapat kembali ke tanah air.

Persiapan dokumen imigrasi tersebut perlu dilakukan, karena paspor yang digunakan Gayus telah dicabut. Pada pertemuan ini, Kabareskrim dan tim kembali meyakinkan Gayus untuk kembali ke tanah air menghadapi proses hukum.

Saat ini, seperti dikatakan kepala Bidang Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Polisi Ketut Untung Yoga Ana, Tim tengah mempersiapkan dokumen-dokumen seperti SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) untuk memulangkan Gayus. Rencananya, Gayus akan diterbangkan ke Indonesia, Rabu (31/3) pada pukul 15.00 waktu Singapura.

"Sekitar pukul 3 sore nanti waktu Singapura akan dibawa ke Indonesia," ujarnya.



Arkeolog berhasil menggali pintu menuju alam kehidupan setelah mati, berusia 3500 tahun dari makam pejabat tinggi Mesir kuno dekat kuil Karnak di Luxor.

Lekukan peristirahatan ditemukan di hampir semua makam Mesir kuno yang berarti membawa ruh manusia yang meninggal dari satu dunia ke dunia lainnya. Lempengan granit pink dengan panjang 1,75 meter yang ditemukan itu tertutupi dengan teks religius.

Pintu tersebut berasal dari makam User yakni Menteri Kooordinator Ratu Hatsheput. Ratu tersebut yang terkuat pada abad 15 sebelum masehi dari Kerajaan Baru dengan kuil pemakaman terkenal dekat Luxor di selatan Mesir.

User memegang posisi penting selama 20 tahun, juga memperoleh gelar pangeran dan walikota, menurut catatan sejarah yang ada. Dia juga mendapat posisi dari ayahnya.

Menteri Koordinator pada masa Mesir kuno merupakan pejabat negara yang sangat kuat dengan tugas menjalankan birokrasi kompleks kerajaan setiap harinya.

Sebagai pengingat betapa penting dirinya, User mendapat makam di kawasan barat sungai Nil di Luxor, di mana raja dan ratu besar juga dikubur. Sebuah kuil didedikasikan kepada dirinya juga telah berhasil ditemukan di selatan bukit dekat Aswan.

Pintu batu tersebut letaknya jauh dari makamnya. Sementara pintu-pintu palsu ditempatkan di tembok barat dan menghadap meja yang menawarkan makanan dan minuman yang ditinggalkan untuk para ruh yang telah meninggal.


Suami jadi bahan buruan wartawan pastinya orang terdekat pun akan di incar, begitupula istri Gayus Tambunan, Milana Anggraeni yang disebut-sebut telah menerima Rp 3,67 miliar dari rekening Gayus.

Milana Anggraeni ibu dari tiga anak tersebut, merupakan sebagai PNS di DPRD DKI, staf yang merangkap asisten Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan.

Menurut informasi, kegiatan Milana sehari-harinya adalah menyiapkan bahan sidang para anggota dewan jika rapat diagendakan.

Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui jika Milana stafnya adalah istri dari Gayus yang kini ngetren tersebut,"Saya baru mengetahui kemarin, dia merupakan staf saya dan pekerja baik," katanya, Jum'at (26/3/2010).

Milana Anggraeni, dinikahi Gayus sejak tahun 2002 dan dikaruniai 3 anak, konon kehidupan Milana di mata teman-teman di DPRD DKI adalah sosok biasa saja, tanpa menonjolkan orang kaya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar menegaskan, Gayus Tambunan telah pergi ke Singapura sejak 24 Maret 2010.

"Yang bersangkutan sudah pergi meninggalkan Indonesia dua hari yang lalu, persisnya tanggal 24(Maret, red) ," kata Patrialis Akbar ketika ditemui saat kunjungan kerja di Padang, Sumatera Barat, Jumat (26/3/2010).

Tak hanya itu, Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum memperdalam kemana aliran dana sekitar Rp24 miliar dari rekening pegawai Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, Gayus HP Tambunan yang sebelumnya diblokir .


Pengakuan ekslusif Gayus Di Singapura (25/3) pada www.duniamusik.com yg blm terungkap media.”Saya heran kenapa media menyerang saya.Padahalkan media hendaknya mengkedepankan asas praduga tak bersalah pada saya” begitu tuturnya pada wartawan kami.


Gayus juga menekankan bahwa tidak ada sangkut pautnya satpam perumahan ikut diwawancarai Televisi,dirinya juga merasa tersinggung rumah lamanya dijadikan pembanding rumah barunya dikelapa gading.

“Saya itu kerja keras dikantor pajak, makanya bisa beli rumah mewah seperti itu!,kalian para wartawan bisanya sirik,kalian kerja rajin penuh dedikasi, walau dihidup matikan sepuluh kali juga tidak bisa sukses seperti saya!”…….tuturnya emosi, “Memangnya klo jadi kaya itu berdosa?!”

“Tapi kan bapak cuma golongan III A pak!”…..klo lihat gaji mana bisa bapak membeli itu semua!” ,celetuk salah satu wartawan……..

“Rahasianya cuma satu!”..saya punya filosofi klo kita hendak sukses dan bahagia kuncinya: “hiduplah -pas an”……….yang artinya…………
  • Pas mau kawin ,…….eh,pas dapat jodoh
  • Pas mau beli rumah ,eh…….. direkening kita ada dana nyasar
  • Pas mau beli mobil ,eh ada yg kasih hadiah mobil…
  • PAs mau diadili,eh ada yg nawarin kebebasan dan menawarkan pulau pribadinya untuk dihuni saya dan keluarga hehehehhe

Inilah pegawai negeri yang fenomenal: Gayus Holomoan P. Tambunan. Usianya baru 30 tahun. Tapi, dia bisa disebut salah satu pegawai negeri terkaya di Indonesia. Tabunganya Rp 25 miliar. Padahal dia cuma pegawai negeri golongan III-A. Gayus, sehari-hari cuma menjadi penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Pusat Direktorat Pajak

Pekerjaan itulah yang membuat dia "sakti". Saat namanya disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Susno Duadji orang pun geger. Sepak terjangnya diduga terkait makelar kasus. Susno menyebutkan Gayus memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar menguap entah ke mana.
Susno menuduh ada empat petinggi Polri yang terlibat pencairan itu. Mereka adalah Brigadir Jenderal EI dan RE serta sejumlah perwira di Mabes Polri terlibat manipulasi pengusutan pajak. Menurut dia, barang bukti senilai hampir Rp 24,6 miliar dicairkan tanpa prosedur yang wajar. Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Raja Erizman membantah tudingan Susno. Menurut dia, pencairan itu sudah sah.
Uang Rp 24,6 miliar itu juga disebut-sebut mengalir ke pengusaha Andi Kosasih. Dia adalah pengusaha terkenal di Batam. Dia terkenal sebagai pengusaha garmen dan kabarnya juga punya pelabuhan. Kawan-kawannya mengenal dia dekat dengan pemerintah setempat.
Gayus, menurut jaksa yang mengadilinya, Cyrus Sinaga, bertemu dengan Andi Kosasih di pesawat. "Pada 2002 pernah satu pesawat dengan Gayus, kemudian berteman dan bersangkutan mengadakan perjanjian investasi pengelolaan ruko dalam wilayah DKI Jakarta," kata Andi.
Dalam kasus pajak ini Gayus dituntut kepolisian dengan tiga pasal, yakni pasal penggelapan, pencucian uang, dan korupsi. Nah, di sinilah "kesaktian" Gayus yang menurut Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum janggal. Dia persidangan dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan. Belakangan dia dibebaskan.
Satuan Tugas mencium tiga kejanggalan pengadilan Gayus. Pertama, soal ancaman hukuman, yang ternyata jauh lebih ringan dari ketentuan undang-undang. Dalam undang-undang disebutkan, pelaku tindak pidana pencucian uang mestinya dihukum paling sedikit 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta atau maksimal denda Rp 15 miliar. Majelis hakim hanya menghukum satu tahun percobaan. Artinya, Gayus bebas. Hebat bukan?
Keanehan lainnya, biasanya di Pengadilan Negeri Tangerang setiap Jumat tidak digelar persidangan pidana atau perdata, yang ada hanya sidang tilang. Vonis Gayus dijatuhkan pada hari Jumat.
Keanehan ketiga, jaksa hanya menuntut Gayus dengan pasal penggelapan. Menurut Satuan Tugas, terdakwa diduga melakukan pencucian uang dan korupsi.
"Kesaktian" Gayus juga terlihat dalam soal tabungan Rp 25 miliar. Jamaknya, gaji Pegawai Negeri Sipil golongan IIIA di Direktorat Pajak dengan masa jabatan 0 sampai 10 tahun adalah antara Rp 1.655.800 sampai Rp 1.869.300 per bulan. Kalaupun ada tambahan maka itu berupa tunjangan lain.
Sejak kasus ini merebak, Gayus langsung dicopot. Dia kini hanya menjadi pegawai pajak biasa. Menteri Kuangan Sri Mulyani berjanji akan mengusut kasus Gayus. "Jika bersalah pasti akan ditindak," katanya. Susno Duadji sendiri hakkul yakin ada praktek makelar kasus dalam dalam kasus pajak Gayus Tambunan.


Seorang warga Rusia menolak hadiah US$ 1 juta (Rp 9,1 miliar) setelah ia menyelesaikan soal-soal matematika paling sulit. Pria bernama Dr Grigory Perelman tersebut mengaku dia tidak menginginkan uang tersebut.

Disebut sebagai orang terpandai di dunia, Perelman tinggal di sebuah flat penuh kecoa di St Peterburg. Ketika ditanya mengapa menolak hadiah tersebut, pria berusia 44 tahun tersebut mengatakan, "Saya sudah memiliki semua yang saya inginkan."

Hadiah tersebut diberikan US Clay Mathematics Institute karena Peterburg menyelesaikan soal Poincare Conjecture yang menjadi momok bagi para ahli matematika selama bertahun-tahun. Poincare Conjecture merupakan salah satu dari tujuh teka-teki dalam matematika yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Perelman sendiri menjawab soal tersebut melalui internet.

Perelman juga pernah menolak medali dari International Mathematical Union di Madrid empat tahun lalu. Saat itu, Perelman mengatakan, "Saya tidak tertarik dengan uang atau ketenaran. Saya tidak mau ditampilkan seperti hewan dalam kebun binatang. Saya bukan pahlawan matematikan. Saya bahkan tidak sesukses yang dikira. Itu sebabnya saya tidak mau semua orang melihat diri saya."

Tetangga Perelman, Vera Petrovina, mengatakan, "Saya pernah sekali masuk ke flatnya dan saya sangat terkejut. Ia hanya punya satu meja, bangku, dan tempat tidur dengan kasur kotor yang ditinggalkan pemilik sebelumnya. Pemilik sebelumnya adalah seorang pecandu alkohol yang menjual flat itu kepada dia."

"Kami sedang berusaha membasmi kecoa-kecoa dari blok tempat tinggal kami. Tetapi binatang itu bersembunyi di flat miliknya (Perelman)," tambah Petrovina.

Perelman merupakan mantan peneliti di Steklov Institute of Mathematics di St Petersburg. Ketika masih menjadi peneliti pada 2003, Perelman mulai menulis di internet yang menyebutkan dirinya berhasil menjawab Poincare Conjecture.

Dalam sejumlah tes yang dilakukan secara teliti, jawaban Perelman terbukti benar.

Setelah 2003, Perelman mengundurkan diri di Steklov Institute. Beberapa teman Perelman dilaporkan mengatakan Perelman mundur karena merasa matematika terlalu sulit untuk didiskusikan.

Rokok Sehat Buatan Santri

Posted by wiby | 4:50 PM


Sebuah produk rokok buatan santri di Malang, Jatim launching pemasaran di pondok pesantren (pontren) besar Kota Tasikmalaya, Pontren Silalatul Huda, Jalan Paseh, Minggu (6/12). Rokok bermerek Zid Plus (ZP) ini diklaim sebagai rokok hikmat.


Launching dilakukan di Tasikmalaya, karena daerah ini dikenal sebagai gudangnya pontren, kiai, ajengan dan santri. Rokok ZP tidak mengandung bahan kimia. Semua bahannya dari bahan herbal serta setiap proses pembuatannya, diberi doa secara khusus untuk kesehatan pemakainya.

Selain diklaim bisa menyehatkan badan, juga pada setiap keuntungan penjualan rokok akan disisihkan sebesar 10 persen untuk kepentingan syiar Islam. Hadir pada launching itu, pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin, pimpinan Perusahaan Rokok ZP H Muhammad Khirzuddin, sejumlah kiai dan ajengan serta puluhan santri.

Pimpinan ZP mengatakan, setelah launching di Pontren Silalatul Huda, jajaran armada pemasaran akan langsung bergerak. Tahap awal adalah mengirim produk ke pontren?pontren di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan siap bekerjasama dalam hal pemasaran.

Pengambilan 10 persen dari keuntungan penjualan, bisa dilakukan pontren atau lembaga lain untuk diberikan kepada orang atau lembaga yang membutuhkan. Utamanya untuk biaya pendidikan dan infak kepada fakir miskin. Karena itu peran pembukuan sangat penting untuk mengetahui total keuntungan dan berapa yang disisihkan untuk infak.

"Saya optimistis rokok ini akan laku di kalangan pontren dan pasar umum karena walau berguna untuk kesehatan namun harganya jauh lebih murah ketimbang rokok biasa," ujar H Didin, panggilan akrab Pimpinan ZP, jebolan sebuah pontren terkenal di Malang. Untuk rokok kretek misalnya dijual hanya dengan harga Rp 3.250 per bungkus isi 12 batang.

Sementara Pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin mengatakan sepanjang produk ini maslahatnya lebih besar untuk umat tidak ada masalah untuk dipasarkan. "Diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi umat, karena akan banyak tenaga yang diperlukan dalam pengembangan usaha ini," ujarnya.

Teror Oh Teror

Posted by wiby | 9:22 PM


Berita teroris dan teror kembali mengemuka dengan keberhasilan Polri meringkus gembong teroris yang paling dicari, Dulmatin serta pemberitaan terkait penyergapan di Aceh.

Saat klub Inggirs Manchester United (MU) akan datang ke Jakarta, misalnya, kita dihebohkan dengan aksi pemboman hotel Ritz Carlton dan JW Marriot. Peristiwa tersebut untungnya membawa kabar gembira yaitu berhasil ditemukannya Noordin M. Top yang juga menjadi orang paling dicari.

Keberhasilan pihak kepolisisan dalam membongkar dan meringkus satu per satu jaringan teroris, yang kelasnya tidak hanya di Indonesia tetapi juga menjadi anggota jaringan internasional, memang patut diacungi jempol. Penanganan terhadap terorisme memang sudah selayaknya menjadi prioritas kita.

Namun, disamping penangkapan dan pembongkaran jaringan terorisme, terdapat hal yang juga penting untuk dilakukan dalam rangka mengantisipasi teror ini, yaitu bagaimana kita “meluruskan” ajaran para calon pegantin.

Banyak pihak mengidentikkan terorisme dengan Islam padahal keduanya sama sekali berbeda. Islam merupakan ajaran yang sangat mengedepankan perdamaian. Islam merupakan agama yang memiliki toleransi yang tinggi.

Hal ini terbukti pada saat Rasulullah SAW memerintah. Beliau sangat menghormati rakyatnya yang bukan Islam. Beliau juga tidak pernah memaksa mereka untuk memeluk Islam. Bahkan, dalam Al- Quran pun terdapat ayat yang sangat menghormati agama lain yang berbunyi “Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku” (QS Al-Kafirun:6). Lalu bagaimana teror yang katanya “menjalankan perintah agama” bisa terjadi?

Terorisme merupakan salah satu bentuk gerakan radikal agama. Terorisme yang berbasis islam didalangi oleh para penganut islam garis keras. Mereka mengambil salah satu ayat Al Quran sebagai landasan gerakan mereka. Sayangnya, mereka tidak mengambil ayat-ayat Quran secara utuh, melainkan

sepenggal-sepenggal sehingga terjadi salah penafsiran.

Para penganut Islam garis keras ini biasanya merupakan penganut fundamentalisme agama. Mereka mengangap ajaran Islam yang ada saat ini sudah menyimpang dri ajaran Rasulullah.

Agar ajaran tersebut dapat kembali benar, Islam harus berjaya seperti pada masa Rasul. Untuk itu umat Islam harus bersatu dan membangun khilafah Islamiyah. Untuk bisa mempersatukan umat Islam, maka perlu ada musuh bersama.

Selanjutnya mereka menjadikan Amerika dan negara barat sebagai musuh bersama. Dengan demikian terlihat bahwa meskipun gerakan radikal tersebut berbaju agama, unsur politis berperan di dalamnya.

Oleh karena itu, jika kita ingin benar-benar menumpas terorisme hingga ke akar, diskusi lebih lanjut dengan para pemuka agama yang berpengaruh sangat diperlukan. Untuk menghadapi terorisme ini, umat islam harus bersatu dan jangan mau diprovokasi.

Yang perlu diingat, terorisme sangat bertentangan dengan ajaran islam. Oleh karena itu jangan pernah terhasut untuk terlibat dengan iming-iming surga. Kita harus menjadi muslim yang cerdas, yang mencintai muslim lainnya, yang tidak mau umat kita dicerca karena ulah keji para teroris yang mengatasnamakan agama islam.

Beberapa hari yang lalu, secara mengejutkan saya menerima suatu pesan yang cukup mengejutkan. Entah apa maksudnya, yang pasti message ini pasti mempunyai arti yang tersirat. Mulanya saya pun tidak begitu peduli, akan tetapi setelah 4-5 kali dapat message yang sama. Barulah di saat senggang, saya baca satu demi satu. Makin membaca, saya semakin tertarik untuk menuliskan kasus ini di KoKi. Kasus ini pun bermula dari dunia maya yaitu Facebook. Situs yang banyak diminati oleh rakyat Indonesia. Konon, Indonesia meraih ranking ke-2 untuk pengikut ( pengakses ) Facebook terbanyak di dunia.

KoKiers, gara-gara menuliskan curahan hati ( curhat ) di status Facebook, Ibnu Rachal Farhansyah menjadi DPO ( Daftar Pencarian Orang ) yang dicari oleh pihak Kepolisian Bali. Ironis sekali bukan? Apakah kesalahan Ibnu Rachal Farhansyah sehingga memicu kemarahan masyarakat Bali?

Inilah kronologisnya :

Pada saat hari raya Nyepi ( selasa, 16 Maret 2010 ) yang mana dirayakan oleh kalangan umat Hindu dengan khusuk, tiba-tiba di hari yang sama Ibnu Rachal Farhansyah ( saat itu info di Facebook tertulis tinggal di Pulau Bali ) menulis status yang bikin heboh seluruh umat Hindu di Bali. Ibnu menuliskan " nyepi sepi sehari kaya tai ". Akibat tulisan tersebut, banyak teman -teman di akun Facebook marah besar.


Seandainya Ibnu hanya menuliskan " nyepi sepi sehari ", tanpa ada embel-embel 2 kata di belakangnya yaitu " kaya tai " mungkin tidaklah seheboh itu tanggapan masyarakat Bali. Bahkan tetua masyarakat Bali dan Koalisi Rakyat Bali ( KRB ) pun ikut urun rembug mengenai tulisan Ibnu di status Facebook tersebut. Tak ketinggalan, 10 organisasi Hindu yang merupakan gabungan dari anak muda peduli Hindu pun menanggapi status Facebook Ibnu. Luar biasa memang tulisan Ibnu sungguh memicu kemarahan banyak pihak warga Hindu.

Memang kata " tai " ini berkonotasi negatif, yang bila di terjemahkan berarti " kotoran produk manusia ataupun binatang" bukan?. Sungguh ironis, nasi sudah jadi bubur, tulisan yang sungguh memicu kemarahan banyak umat Hindu. Memang tidak seharusnya menuliskan kata-kata yang mengandung SARA bukan?

Entah bagaimana, tulisan di status Facebook ini tersebar di berbagai forum di dunia maya. Akibat tulisan di status Facebook yang menghina hari raya Nyepi inilah, muncul grup di Facebook yang judulnya " Usir Ibnu Rachal Farhansyah dari Bali ", bahkan anggotanya pun tidak tanggung-tanggung.

Dalam beberapa hari terdaftar 39.942 anggota ( per tanggal 20 Maret 2010 ), luarbiasa solidaritas umat Hindu di Pulau Dewata. Padahal grup ini terbentuk hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja. Jumlah anggota kasus usir Ibnu Rachal Farhansyah ini melebihi jumlah anggota saat kasus Sony Corp vs Sony AK yang mencapai sekitar 17.424 anggota.

Silakan click,

http://www.Facebook.com/group.php?gid=10150149723255243

Tanggapan dari anggota grup ini pun rata-rata mengecam tulisan status Facebook Ibnu, bahkan kadang caci maki kasar berhamburan saking emosinya. Saya perhatikan cukup banyak anggota grup yang menggunakan bahasa bali sehingga saya pun tidak paham artinya. Disamping grup Usir Ibnu Rachal Farhansyah masih ada 2-3 grup lain yang intinya sama. Jumlahnya sedikit, tidaklah sebanyak grup usir Ibnu Rachal Farhansyah yang mencapai 39.942 anggota.

Muncul pula tandingan grup " Usir Ibnu Rachal Farhansyah dari Bali ". Grup inipun berjudul " Maafkan Ibnu Rachal Farhansyah " yang tentu saja anggotanya ( sekitar 2.621 anggota ) tidaklah sebanyak grup usir Ibnu Rachal Farhansyah dari Bali yang mencapai 39.942 anggota.

Kasus Ibnu ini pun terus menggulir bak bola panas, hingga akhirnya kasus penghinaan terhadap agama Hindu dilaporkan ke pihak Kepolisian Bali. Akibatnya Ibnu masuk ke daftar DPO yang hingga kini sedang dicari keberadaannya untuk dimintai pertanggungjawabannya. Sekali lagi, ini sungguh ironis sekali.

Berdasarkan penelusuran pada wall / dinding Facebook milik Ibnu Rachal Farhansyah ( 30 tahun ), tulisan di status ini sebenarnya bukan ditujukan ke umat Hindu akan tetapi untuk menyindir orang yang membuat Ibnu kesal. Menurutnya, saat itu Ibnu kesal karena diomeli bos, berantem dengan saudara, plus tidak punya uang. Jadilah hanya di Facebook saja yang bisa digunakan untuk curhat ( curahan hati ).

Ibnu pun baru sekitar 1 tahun tinggal di Pulau Dewata, besar kemungkinan Ibnu belum mampu beradaptasi dengan lingkungan di Pulau Bali yang dalam hal tertentu memang berbeda dengan kota Jakarta, kota kelahirannya. Begitulah akhirnya Facebook menjadi tempat curhat yang setia, hingga puncaknya Ibnu menuliskan kata-kata pelampiasan kekesalan yang berujung dilaporkan ke pihak Kepolisian Bali.

Tak di sangka tak dinyana, akibat tulisan di status Facebook " nyepi sehari serasa kaya tai " menimbulkan gelombang kemarahan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu. Jadilah saat ini Ibnu di buru kepolisian Bali, yang entah ada dimana keberadaannya. Ada kemungkinan masih di Bali akan tetapi ada kemungkinan pula telah melarikan diri ke Jakarta ( kota asalnya ). Sungguh runyam benar urusan Ibnu Rachal Farhansyah. Dia menjadi orang yang paling dicari oleh warga Bali hanya gara-gara tulisan di status Facebook.

Tidak tanggung-tanggung Ibnu pun meroket menjadi "artis" dadakan di Facebook. Bahkan TV One dan Bali TV pun menyiarkan berita mengenai kasus Ibnu Rachal Farhansyah. Dan nampaknya memang kasus Ibnu menjadi kasus yang serius karena umat Hindu di Bali sudah terlanjur marah dan kecewa dengan penghinaan yang tertulis di status Facebook tersebut.

Walaupun Ibnu Rachal Farhansyah telah 10 kali menuliskan permintaan maaf di Facebook miliknya, akan tetapi rasa sakit hati umat Bali sepertinya memang sulit terhapuskan. Apa boleh buat, masalah Ibnu pun sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Bali. Nasi sudah jadi bubur, Ibnu Rachal Farhansyah tetap harus mem- pertanggung- jawabkan tulisan di status Facebook. Entah bagaimana saat ini nasib Ibnu Rachal Farhansyah yang jadi buronan polisi. Semoga kasus Ibnu terselesaikan dengan baik. Sungguh pelajaran yang sangat mahal buat Ibnu Rachal Farhansyah.

KoKiers, dari kasus Ibnu Rachal Farhansyah inilah kita bisa memetik hikmah. Mulutmu, harimau-mu. Berhati-hatilah saat menulis status di Facebook, janganlah SARA. Kalau tidak bisa-bisa kita menjadi Ibnu kedua yang dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik bukan?

Satu hal yang saya cermati, sepertinya memang Facebook sangat diminati banyak orang Indonesia. Bahkan saat ini sedang booming bikin berbagai macam grup di Facebook untuk mendukung atau menolak, seperti kasus Sony, kasus Ibnu, kasus bank century dan lain sebagainya. Memang beda negara beda kebiasaan juga. Masyarakat Indonesia memang lebih terbuka, mudah menuliskan data pribadi, gampang curhat di Facebook, hal mana yang justru dapat memicu masalah seperti halnya kasus Ibnu Rachal Farhansyah.

Berbeda dengan Jepang, Facebook tidak diminati masyarakat Jepang karena sikap masyarakatnya yang cenderung tertutup, tidak mudah untuk mengumbar hal - hal pribadi ataupun curhat dan terlalu sibuk kerja. Masyarakat Jepang sangat menjaga privacy sehingga Facebook memang tidak menarik minat masyarakat Jepang.

Akhir kata, saya hanya berpesan, " Waspada dan hati-hatilah saat menulis status di Facebook terutama bagi maniak Facebook ". Begitu pula buat pengirim pesan yang berulang kali, terimakasih banyak buat informasinya yang menginspirasi artikel ini.

Semoga kasus Ibnu Rachal Farhansyah bisa menjadi pesan bagi kita semua untuk selalu menjaga mulut, toleransi terhadap agama apapun. Agama manapun di dunia ini, tidak ada yang mengajarkan kita untuk menghina agama lain bukan? Hidup memang harus toleransi. Semoga kasus Ibnu bisa terselesaikan dengan damai. Bagaimanapun Ibnu pun telah mendapat pelajaran yang sangat berharga untuk kelancangan tulisan di status Facebook bukan?







Para peretas telah membanjiri Internet dengan spam yang tercemar virus yang mengincar sebanyak 400 juta pengguna Facebook dalam upaya mencuri password perbankan dan mengumpulkan informasi lain yang sensitif.

Surat elektronik memberi tahu penerima bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik lampiran (attachment) untuk memperoleh izin login baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.

Jika lampiran tersebut dibuka, beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini. Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.

Jurubicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan memperingatkan teman-teman mereka.

McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta spam ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa. Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.

"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik attachment tersebut. Jika 10% saja berhasil, sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya. Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi Facebook password reset confirmation customer support, kata Marcus.


Resmi dilaporkan mantan anak buah ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik tidak membuat gentar Komjen Pol Susno Duadji. Susno malah bersikukuh, dua jendral dan beberapa penyidik terlibat praktek markus.

Mantan Kabareskrim ini menantang Mabes Polri untuk membuktikan semua pernyataan sebelum memeriksanya.

"Periksa dulu saksi, tersangka, markus baru memeriksa saya dan bukti. Polri yang wajib mencari bukan saya," kata Susno Jumat (19/3) malam.

Sebelumnya, Mabes Polri menggelar jumpa pers membantah tudingan Susno soal ada markus dalam penanganan kasus korupsi pajak Rp25 miliar. Jumpa pers dihadiri dua jendral dan beberapa penyidik yang dituding Susno terlibat markus.

Selain membantah tudingan Susno tidak benar, Mabes Polri juga akan memidanakan Susno. Hari Senin (22/3) mendatang, Propam akan memanggil kembali Susno untuk diperiksa.

Namun, Susno tidak percaya begitu saja dengan statemen polri. Ia tetap yakin, Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas terlibat dalam markus.

"Buktikan dulu bahwa info saya tidak benar! Buktikan dulu kalau si Raja Erizman dan si Edmon itu tidak terlibat korupsi/menerima suap," tegasnya.

Kasus ini berawal dari adanya kasus korupsi dan pencucian uang senilai Rp 25 milliar dengan tersangka pegawai pajak Gayus T Tambunan. Kasus tersebut ditengarai mandek akibat ada markus yang 'bermain'.

Susno menyatakan uang itu telah dibagi-bagikan kepada para penyidik dan beberapa jenderal di Polri. Susno juga sempat menyebut beberapa inisial penyidik tersebut. Mereka adalah Brigjen EI, Brigjen RE yang menggantikan EI, AKBP M, dan Kompol A.

Kasus ini mulai disidik sejak Maret 2009 atas laporan dari PPATK. Namun, dalam prosesnya uang yang berhasil dibuktikan hanya sebesar Rp370 juta dan Rp25 juta, yang merupakan transaksi dari PT. Megah Jaya Citra Garmindo dan Roberto Santonius yang merupakan konsultan pajak.

Sementara, sisanya sebesar Rp24,6 milliar dinyatakan tidak terbukti dan penyidik membuka kembali pemblokirannya.

Menurut, Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana, duit tersebut diakui oleh seorang pengusaha garmen asal Batam yakni Andi Kosasih. Andi mengaku menitipkan uang kepada Gayus untuk membeli tanah.


Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji menyebut nama dua jenderal yang bertanggung jawab atas dugaan penggelapan pajak Rp25 miliar di Mabes Polri. “Itu Dir dua [Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri],” kata Susno di Jakarta, Kamis (18/3).

Jenderal berbintang tiga itu meminta agar Polri segera mengusutnya.“Brigjen E, Brigjen RE, AKBP T, Kompol A,” ujar Susno seperti dikutip detikcom. Direktur II Eksus Bareskrim Polri kini dijabat oleh Brigjen Pol Raja Erizman, sebelumnya dijabat Brigjen Pol Edmond Ilyas yang kini duduk sebagai Kapolda Lampung.

Brigjen Pol Raja Erizman secara tak langsung dituding Susno sebagai markus, akhirnya bersuara. “Itu namanya maling teriak maling,” kata Raja sambil tersenyum di Mabes Polri, Jaksel. Bahkan, menurut Raja, sarang markus itu justru ada di tempat Susno. “Markus itu sarangnya di tempat Susno,” jelas Raja. Jenderal berbintang satu itu pun akan memberikan bukti tersebut. “Nanti saya akan tunjukkan aliran dananya,” katanya.

Rekening
Menurut Susno penyidik Polri telah mencairkan rekening Rp25 miliar lebih tanpa bukti dan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.“Ada beberapa rekening Rp25 sekian miliar. Itu uangnya sudah dicairkan. Alasannya karena ada orang yang mengaku itu milik dia, bukan si tersangka,” kataSusno. Susno mengatakan penyidik mencairkan duit tersebut tanpa didukung bukti. Susno menduga, alasan yang diberikan penyidik bohong semua.

“Misalnya, dia punya properti dan ngaku buat beli tanah,” ujar dia. Dikatakan, alasan penyidik bukan milik tersangka dan bukan dari sumber yang haram, tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Itu kan belum pasti pidana. Tetapi, perlu dibuktikan. Kalau terbukti, sebagaimana lazimnya anggota Polri perlu diproses secara hukum,” kata Susno. Dalam kesempatan itu, Susno menambahkan belum menyerahkan data-data terkait kasus ini kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. “Belum sampai ke penyerahan, masih diskusi,” kata Susno.

Terpisah, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana menjelaskan, kasus itu tidak hanya melibatkan petinggi Polri, namun pegawai pajak berinisial ET juga diduga terlibat. “Penyimpangan dalam penanganan perkara yang diduga melibatkan orang berinisial ET pegawai pajak. Ada sejumlah uang lebih kurang Rp 25 miliar terkait yang bersangkutan dan penanganan perkaranya,” kata Denny seusai bertemu dengan Susno. Keterangan Susno diberikan kepada Satgas di Kantor Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4), Jl. Veteran, Jakarta, Kamis, pukul 14.00 WIB.

Denny mengatakan, pihaknya sudah banyak mendengarkan informasi penting dan strategis. Informasi itu pun akan diolah dan didalami.“Satgas sepakat menindaklanjuti karena masalah penerimaan pajak untuk negara sangat penting,” ucapnya seperti dikutip Antara. Menurut Denny, informasi yang ingin digali adalah tentang penyelidikan perkara kepemilikan rekening senilai Rp25 miliar oleh salah satu pegawai Direktorat Pajak Departemen Keuangan.

Kasus itu, lanjut Denny, ternyata tidak berlanjut sedangkan uang tersisa di rekening tersebut tinggal Rp400 juta. “Pak Susno mengatakan itu terkait dengan praktik mafia hukum di kepolisian,” ujarnya. Denny berjanji apabila dugaan praktik mafia hukum di kepolisian itu benar, maka tentu akan ada langkah-langkah penegakan hukum yang tegas guna menuntaskan perkara tersebut.

Setelah mendengar keterangan dari Susno, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan Satgas juga akan meminta informasi dari pihak-pihak terkait guna menambah bukti dan informasi. Di waktu yang sama Mabes Polri juga mengundang Susno untuk dimintai keterangan mengenai kasus itu. Hanya, Susno tidak menghadiri undangan Polri.

“Tadi siang [kemarin] Pak Susno diundang ke Mabes Polri tapi kok malah menggelar jumpa pers di rumah makan. Ini ada apa?,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang. Ia mengatakan, Polri perlu mengundang Susno agar bisa memberikan keterangan langsung tentang adanya markus. “Yang mengundang Polri itu Divpropam.

Propam mengundang karena mereka yang akan menindaklanjuti keterangan dari Pak Susno. Lha Pak Susno kok malah tidak datang,” katanya. Menurut dia, undangan ke Susno itu dimaksudkan agar Polri dapat mendengarkan keterangan langsung dengan cara duduk bersama.“Kasus ini kan terjadi saat zamannya beliau
selama menjadi Kabareskrim. Kita menghargai Pak Susno untuk itulah kita undang ke Mabes Polri,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketidakhadiran Susno ke Mabes Polri dan memilih memberikan keterangan ke pihak luar menunjukkan sikap Susno yang sekadar ‘lips service’ saja. Dia menjelaskan, kasus dugaan penyelewengan pajak Rp25 miliar, yang kemudian disebut Susno diubah menjadi Rp400 juta ini, sudah P21 dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Tersangkanya Gayus H Tambunan. P21 pada 23 Oktober 2009. Kasus ini diserahkan ke Kejaksaan 3 November 2009, Pak Susno saat itu masih menjabat Kabareskrim, beliau serah terima 31 November 2009. Seharusnya ditanya kenapa baru sekarang diungkapkan,” jelasnya. Edward belum bisa memastikan apakah tindakan Susno mengumumkan nama dugaan pelaku markus itu bisa diindikasikan pelanggaran.


Edward Aritonang, yang dikenal stabil menjaga emosi, tiba-tiba meninggi dalam intonasi:"Itu yang kita ingin tahu? Selama 32 tahun beliau membesarkan institusi Polri, kenapa tiba-tiba seperti ini?"

Susno Duadji tiba-tiba menjadi api, berhembus kencang membakar lumbung untuk membunuh satu-dua tikus di dalamnya.

Aritonang baru Irjen. Sementara, Susno Duadji sudah Komjen. Dalam tradisi korps, Aritonang ada beban yunioritas. Tapi, beban psikhologis itu harus dilewati saat institusi Polri sedang terancam oleh krisis kepercayaan.

Susno Duadji benar-benar jadi mengerikan bagi institusi Polri. Apa yang dia lemparkan, satu-dua nama jenderal dengan tambahan penekanan kata "Markus" dan serangkaian fakta pemeriksaan saat dia aktif sebagai Kabareskrim, telah mereduksi institusi Polri.

Ini (mungkin) yang membuat Aritonang bergetar di depan televisi saat menyampaikan imbauan kepada Susno Duadji. "Tidak ada perang antara jenderal. Apa yang disampaikan oleh beliau (Aritonang selalu berusaha tidak menyebut nama Susno secara langsung), tidak betul. Kasus itu sudah selesai saat beliau jadi Kabareskrim,'' kata Aritonang.

Hari ini, rakyat melihat betapa Susno Duadji jadi seperti Hanoman dalam episode perang Babad Ramayana melawan Rahwana: strategi bumi hangus! Tergerusnya orang-orang kecil dan tak berdosa dalam pertarungan dua pemilik kekuatan besar.

Susno jadi bola liar yang memberangus siapa saja, yang hari ini berseragam polisi. Seolah, Susno adalah petarung sendirian, yang mampu memberangus sebuah kelompok besar berseragam coklat. Siapapun polisi di depan polisi Susno adalah lawan.

Miris. Dan, mungkin ini yang membuat orang seperti Aritonang, yang dikenal paling stabil menjaga emosi, begitu bergetar ketika harus menyampaikan pesan hormat seorang yunior kepada senior:"Kalau beliau sudah menyampaikan bahwa untuk menyapu tempat kotor, tidak bisa dipakai sapu kotor, maka marilah kita selesaikan masalah ini. Kami juga di Kepolisian terus berusaha untuk membersihkan institusi ini. Kami harap beliau bisa datang dan membicarakan masalah ini."

Tentu, yang dimaksud Aritonang sangat jelas. Bahwa, institusi Polri, sampai kiamat sekalipun, harus tetap berdiri tegak membela dan mengayomi rakyat. Institusi Polri tidak bisa diinjak-injak, bahkan oleh Jenderal-jenderalnya sendiri.

Institusi Polri harus dijaga dengan etika. Harus dijaga dengan kehormatan. Jika ada satu-dua kotoran, buang saja! Jangan bumi-hangus lumbungnya!

Pak Susno, mungkin perlu juga diingatkan, bahwa belum 40 hari ini, institusi Polri kehilangan beberapa anggotanya, dengan pangkat yang jauh (jauh sekali) di bawah Pak Susno dalam sebuah kontak senjata dengan para teroris di Aceh.

Juga, di banyak tempat, masih banyak sekali polisi, dengan pangkat yang jauh (jauh sekali) dari Jenderal, sedang berjuang untuk menafkahi keluarganya dengan gaji bulanan tak lebih dari enam deret angka rupiah.

Dua kali institusi Polri diuji oleh Susno Duadji. Menyedihkan, jika kemudian persepsi publik terus tereduksi oleh intrik internal, saling gesek antar-angkatan, atau saling telikung antar-pimpinan.

"Ini sudah masalah jenderal. Lebih bijak, Presiden segera turun tangan mengatasi masalah ini,'' kata Johnson Panjaitan, aktivis hukum yang berdebat dengan Edward Aritonang, yang Irjen, beberapa saat setelah jumpa pers Mabes Polri tentang langkah zig-zag Susno Duadji, Jumat (19/3).


SEPASANG suami-istri datang ke warung Internet di lantai dua rumah toko Multiplus di Pamulang, Banten, menjelang tengah hari, Selasa pekan lalu. Sang suami yang menyewa komputer. Istrinya keluar lagi, menuju Salon Rinova di kompleks ruko yang sama.

Seorang berperawakan tinggi besar dan berjenggot datang beberapa menit kemudian. Ia segera ke lantai dua toko itu, mengambil tempat bilik komputer nomor sembilan. Sidik, petugas Multiplus yang berjaga di lantai satu, mengenalinya. ”Dia sudah tiga kali ke sini,” kata pemuda 20 tahun ini.

Tak berapa lama, datang lagi seorang pria. Ia pun menuju warnet, tapi segera turun dan keluar. Tak lama ia datang lagi bersama tujuh orang bersenjata lengkap. Mereka menyerbu. Sidik mendengar suara tembakan beberapa kali. Ia diam ketakutan. Belakangan ia mengetahui, pria berjenggot itu tewas ditembak anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian.

Dialah pria yang tinggal di Jalan Asem, sekitar 300 meter dari Multiplus. Kepada para tetangga, ia mengaku bernama Yahya Ibrahim, bekerja di ruang pamer mobil dan sepeda motor. Tapi sehari kemudian, Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengumumkan Yahya adalah Dulmatin, tersangka teroris yang diburu sejak 2002. ”Tingkat kesalahannya 1 dibanding 100 ribu triliun,” katanya.

DUA pemuda duduk di halte bus Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Yang pertama Fathurrahman al-Ghozi, veteran Afganistan asal Madiun, Jawa Timur. Yang lain Abdul Jabar, pemuda 33 tahun. Suatu siang pada Juli 2000, mereka mengamati target serangan: rumah Duta Besar Filipina.

Jabar bertanya tentang alasan pemilihan sasaran. Yang ditanya balik bertanya, ”Kau tahu kamp Abubakar?” Jabar mengaku pernah melihat berita televisi tentang serangan tentara Filipina ke kamp pelatihan militer kelompok Jamaah Islamiyah di Mindanao, wilayah selatan negara itu. Ghozi menetap di kamp Abubakar sejak 1996, dan baru tiba di Jakarta beberapa hari sebelum pengamatan. ”Kamp itu sudah lenyap,” Ghozi menjelaskan.

”Kita akan membalas dendam untuk itu.” Mereka mengamati sasaran hingga sore, dan menemukan fakta penting: setiap tengah hari Duta Besar pulang untuk makan siang. Pada saat yang sama, Amrozi, 37 tahun, yang tinggal di Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, sibuk mencari mobil pembawa bom. Dalam waktu singkat, ia mendapat Suzuki van merah.

Ia mengikis nomor kerangka mobil itu. Di tengah kesibukan, ia menerima telepon dari Dulmatin, yang menyuruhnya membeli bahan kimia untuk membuat bom: 200 kilogram potasium klorat, 25 kilo sulfur, dan 25 kilo bubuk aluminium.

Mobil dan bahan pesanan itu segera dibawa ke rumah Dulmatin di Pekalongan, Jawa Tengah. Bom segera dirakit. Tuan rumah mencampur bahan kimia dengan tangan: sembilan kilo potasium klorat untuk setiap tiga kilo sulfur dan tiga kilo bubuk aluminium. Tiap porsi dimasukkan ke wadah plastik, dilubangi atasnya buat memasukkan detonator. Dulmatin lalu memasukkan tas ke mobil, berisi detonator jarak jauh yang dimodifikasi. Walkie-talkie bekas dipakai untuk memicu ledakan dari jarak maksimal 500 meter.

Dulmatin, Amrozi, dan enam orang lainnya bergegas menuju Jakarta. Di Ibu Kota mereka bertemu dengan Abdul Jabar dan Usman, anggota komplotan lainnya. Waktu serangan telah diputuskan, 1 Agustus 2000. Sisa hari sebelum tanggal itu mereka manfaatkan buat memasang sumbat dan kawat peledak.

Pada hari serangan, Usman memarkir mobil bom di dekat gerbang rumah Duta Besar Filipina. Pada pukul 12.30, Mercedes Duta Besar Leonides Caday tiba. Ghozi berjalan di trotoar mendekati sasaran agar mencapai jarak 500 meter. Klik, ia menekan handy talkie. Dalam sedetik, bunyi gelegar membahana. Caday yang duduk di kursi kiri belakang terluka: empat tulangnya patah, darah mengucur dari tubuhnya yang dihantam pecahan kaca. Tapi ia selamat. Bom membunuh seorang petugas satpam dan seorang perempuan pejalan kaki. Belasan orang lainnya luka-luka.

Inilah ”karya” pertama Dulmatin dalam curriculum vitae terorismenya. Tetap menjadi perakit bom, ia bergabung kembali dengan Usman dan Abdul Jabar pada akhir tahun yang sama. Dalam proyek pengeboman malam Natal, mereka memilih tiga gereja Katolik dan tiga gereja Protestan di seluruh penjuru Jakar ta. Serangan kali ini gagal karena Ab dullah, si pembawa bom, keta kutan sehingga bom-bom ia letakkan dan meledak di luar kompleks gereja sasaran. Se telah serangan, mereka lari ke Jawa Tengah. Esok paginya, mereka menonton televisi di rumah Dulmatin di Pekalongan yang mengabarkan peledakan.


Polisi melansir 71 tersangka teroris bersenjata yang melakukan suatu pelatihan militer di Gunung Bun, Jalin Jantho, Aceh Besar. Dari 71 tersangka tersebut sebagian ada yang sudah ditangkap dan sebagian lagi masih dalam pengejaran.

Data yang dikumpulkan Jumat (19/3/2010), beberapa teroris yang tertangkap mulai dari Dulmatin hingga Hasan Nur, teroris yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Banten yang ternyata Warga Negara Filipina, hingga sepupu artis Sheeren Sungkar, Babe alias Abu Hamzah alias Reza.

Berikut nama-nama teroris baik yang sudah tertangkap maupun yang masih dalam pengejaran itu tersebut:

1. Dulmatin alias Mansyur alias Yahya Ibrahim alias Fahri Ardiansyah alias Joko Pitono alias Hamzah, asal Pemalang, ditembak mati 9 Maret 2010 di Jakarta.

2. Jaja alias Slamet alias Pak Tuo alias Pura Sudarmo alias Mamang asal Bandung, Jawa Barat, sebagai pengawas latihan. Ditembak mati tanggal 12 Maret 2010.

3. Ust Ardi alias Arham alias Arnold alias Enceng Kurnia, lulusan Mindanao, asal Bandung, sebagai unsur pimpinan, pengajar olahraga, pengurus logistik, ditembak mati 12 Maret 2010.

4. Uzt Mahfud alias Makhruf alias Joko Sulistyo alias Ridwan Prayoga asal Boyolali, unsur pimpinan, pelatih menembak/pengajar bongkar pasang senjata, bergabung dengan MUGHOSIT, MILF, di Pos Pawas, Damaketing, Ligawason Mars, Mindanao, ex tahanan ISA Malaysia, ditangkap 12 Maret 2010.

5. Uzt Abu Yusuf alias Mustaqim (DPO), asal Lampung, pimpinan latihan, pelatih menembak, dan map reading, lulusan Akmil JI Camp Hudaibiyah, Mindanao.

6. Uzt Ziad alias Deni Suratmo alias Toriq (DPO) asal Solo.

7. Uzt Ubaid alias Adi alias Jakfar (DPO) asal Magetan

8. Abu Asma alias Pandu (DPO) asal Solo.

9. Rakhmat alias Tono alias Bayu Seno (DPO) asal Solo.

10. Usman alias Gito (DPO) asal Lampung direkrut Uzt Mansyur.

11. Firin alias Rambo asal Solo, direkrut Uzt Mansyur.

12. Sapta Adi bin Robert Bakri alias Abu Sidiq alias Syailendra alias Abu Mujahid
alias Ismet Hakiki, asal Pandeglang, Banten, ditangkap 22 Februari 2010.

13. Yudi Zulfahri alias Barok, asal Aceh, STPDN 2006, ditangkap 22 Februari 2010.

14. Zakki Rachmatullah alias Zainal Muttakin alias Abu Zaid, asal Pandeglang,
Banten, ditangkap 22 Februari 2010.

15. Maskyur Rahmad, asal Aceh, ditangkap 23 Februari 2010.

16. Surya alias Abu Semak Belukar, asal Aceh, ditangkap 25 Februari 2010.

17. Heru alias Abu Zahru, asal Lampung/Wonogiri, ditangkap 26 Februari 2010.

18. Azam alias Imanudim asal Aceh ditangkap 26 Februari 2010.

19. Afif alias Sunakim, asal Karawang, Jawa Barat, ditangkap 1 Maret 2010.

20. Fariz alias Deni Suhendra, asal Karawang, Jawa Barat, ditangkap 1 Maret 2010.

21. Adit al Hafiz alias La Ode Afid, asal Rawamangun, Jakarta, ditangkap 1 Maret 2010.

22. Umar alias Mohtar Hairi, asal Tanah Abang ditangkap, 1 Maret 2010.

23. Agus Wasdianto alias Hasan alias Nasim, pelaku bom Cimanggis. Asal Depok,
ditangkap 1 Maret 2010.

24. Adi Munadi alias Badru, asal Jakarta, ditangkap 1 Maret 2010.

25. Iwan Suka Abdulah, asal Aceh Besar, ditembak mati 3 Maret 2010.

26. T. Marzuki alias Tengku, asal Aceh, ditembak mati 4 maret 2010.

27. Deni Sulaiman alias Sule, asal Lampung, ditangkap 4 Maret 2010.

28. Adam alias Ade, asal Pandeglang, Banten, ditangkap 5 maret 2010.

29. Moh Sofyan Tsauri, asal Depok, ditangkap 6 maret 2010 di Jakarta.

30. Sutrisno asal Jakarta ditangkap 6 Maret 2010.

31. Tatang asal Jakarta ditangkap 6 Maret 2010.

32. Abdi asal Jakarta ditangkap 6 Maret 2010.

33. Andre alias Tengku Ahmad asal Aceh Utara, ditangkap 9 Maret 2010.

34. Ridwan alias Niko asal Sulawesi Selatan ditembak mati 9 Maret 2010.

35. Hasan Nur alias Blackberry, asal Filipina, ditembak mati 9 Maret 2010 di Jakarta.

36. Bakti Rasnah alias Abu Haikal asal Padang, Sumbar ditangkap 9 Maret 2010 di
Jakarta.

37. Syaiful Siregar alias Imam asal Medan ditangkap 9 Maret 2010 di Jakarta.

38. Abu Barok alias Pendi alias Umar Ali Umar Yusuf asal Lampung ditangkap 12 Maret
2010.

39. Muhamad Yunus ditangkap 12 Maret 2010.

40. Ali alias Hendra Ali asal Jakarta/Belawan ditangkap 12 Maret 2010.

41. Fajar alias Adi asal Lampung / Yogyakarta ditangkap 12 Maret 2010.

42. Gema Awal Ramadhan alias Ahmad alias Abu Heidir asal Medan, Tapanuli Selatan,
lulusan STPDN 2005, kerja di Pemda Sumedang, ditangkap 12 Maret 2010.

43. Ibnu Sina asal Pandeglang, Baten ditangkap 12 Maret 2010.

44. Taufik asal Medan ditangkap 12 Maret.

45. Tengku Mukhtar alias Faruqy asal Aceh Utara, panglima tandhim Al Qaeda wilayah
Pasee, ex panglima laskar FPI Aceh, ex bergabung dengan GAM Pasee, ditangkap 16
Maret 2010 di Lhoksumawe.

46. Agam Fitriadi alias Afit alias Syamil asal Aceh , lulusan STPDN 2005, penerima
tamu di ruko Banda Aceh, ditangkap 17 Maret 2010 di Banda Aceh.

47. Abu Rimba alias Munir alias Abu Uteun asal Aceh, ditangkap 18 Maret 2010 di Aceh
Besar dengan 1 senjata api AK-47 dan 5 magazen beserta 129 peluru.

48. Abdulah Sonata (DPO) ex napi kasus terorisme yg menyembunyikan Dr Azahari dan
Noordin M Top dalam pelaraiannya serta terlibat dalam perencanaan latihan dan rekrutmen
peserta latihan militer.

49. Pak Tuo alias Saptono (DPO) asal Bandung, salah satu pemegang saham ekspedisi
Sajirah.

50. Maulana alias Mukhlis alias Ruslan alias Lukman alias Zakaria (DPO) asal Bogor,
bergabung dengan MILF di Pos Pawas, Mindanao, ex Tahanan ISA Malaysia, tersangka
percobaan pembunuhan Matori Abdul Jalil, sebagai fasilisator latihan militer ini.

51. Mus'ab alias Subgho alias Holil (DPO) bersama Dulmatin di Pamulang melakukan
Pengkajiam sisi Ruqyat dalam taklim.

52. Kamal alias Abdul Hamid (DPO) asal Majalengka sesuai instruksi Abu Yusuf alias
Mustaqim untuk mencari target Amaliyah di Banda Aceh. Telah melakukam survei
tempat-tempat yang akan menjadi target.

53. Tongji alias ustad Warsito alias Hasbi (DPO) alamat di Pamulang.

54. Ali alias Fani (DPO) asal Pamulang, menikah dgn adik istri Dulmatin alias Hamzah
dari Lampung.

55. Babe alias Abu Hamzah alias Reza (DPO), sepupu Shireen Sungkar, pemeran utama film Cinta
Fitri, asal Ciledug Jakarta.

56. Abu Abi alias Yusuf asal Pandeglang, Banten (DPO).

57. Rauf alias Kholik asal Pandeglang, Banten (DPO).

58. Fadil asal Jawa Tengah (DPO).

59. Zuhair asal Jawa Tengah (DPO).

60. Nukman asal Banda Aceh (DPO).

61. Muhsin alias Imam Muda alias Aconk (DPO) asal Keudee Lampoh Saka, Sigli,
kabupaten Pidie Aceh.

62. Ismail (DPO).

63. Wajah Cina (DPO) asal Pandeglang anak angkat Saptono.

64. Taufik alias Abu sayyaf alias Alek alias Nurdin (DPO) asal Pante Cruem, Padang
Tiji, kabupaten Pidie, wakil panglima Al-Qaeda wilayah Pidie.

65. Azwani alias Abu Mus'ab alias Maratunsi (DPO) asal Gempong Awee Geutah,
Peusangan, kabupaten Bireun, panglima Al Qaeda wilayah Batee Iliek, pernah latihan
menembak di lapangan tembak markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

66. Abu Rincung, asal Lhoksujon (DPO).

67. Abid (DPO) asal Parang Sekuring, Aceh Utara.

68. Alek (DPO) asal Parang Sekuring, Aceh Utara.

69. Anu Syam, alias Syamsudin (DPO).

70. Ayub alias Abu Ishak (DPO) asal Sukmajaya Depok, ponpes Ust Aman Abdurrahman.

71. Ima alias Yasir alias Harun (DPO) asal Jakarta.


Kebobohongan Mahmoud Ahmadinejad Presiden Iran Terungkap, Ternyata Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, adalah keturunan Yahudi. Sebelum masuk agama Islam, Ahmadinejad, yang selama ini keras mengkritik Amerika Serikat dan Israel, ternyata memiliki nama Sabourjian. Kata ini adalah marga atau nama keluarga orang Yahudi, yang bermakna penenun.
Mengutip artikel yang ditulis The Daily Telegraph pada Minggu hari ini, silsilah darah Presiden Iran terungkap lewat sebuah foto dirinya yang dijepret staf kepresidenan saat Pemilu Iran beberapa waktu lalu. Kala itu Ahmadinejad difoto dengan sebuah kartu identitas diri di tangannya. Sebuah laporan hari Sabtu kemarin menyebutkan, nama Presiden Iran saat lahir adalah Sabourjian. Kampung kelahirannya adalah Aradan, di sebelah tenggara Taheran, ibukota Iran. Sabourjian merupakan salah satu suku terkenal orang Yahudi. Kini Sabourjian termasuk dalam “daftar nama yang dilestarikan” oleh Departemen Dalam Negeri Iran. Keluarganya mengubah namanya dari Sabourjian menjadi Mahmoud Ahmadinejad begitu dia masuk Islam, tidak lama setelah lahir. Sumber-sumber Telegraph mengatakan, Presiden Ahmadinejad sering menyerang isu Yahudi adalah merupakan upaya dia untuk menyembunyikan masa lalunya sebagai keturunan Yahudi. Ali Nourizadeh, peneliti Center for Arab and Iranian Studies, mengatakan, “Latar belakang Mr. Ahmadinejad ini menjelaskan banyak hal tentang dirinya. Setiap anggota keluarga yang berubah agama memang akan mendapat nama baru. Dengan mengeluarkan statemen-statemen anti-Israel, dia sedang mencoba menyembunyikan hubungan darahnya dengan bangsa Yahudi.”

Hujan Ikan dan Katak

Posted by wiby | 6:43 PM


Pada 1578, tikus kuning besar berjatuhan dari langit di atas Bergen, Norwegia.

Pada Januari 1877, prestisius ilmuwan Amerika mencatat adanya hujan ular yang ukurannya mencapai 20 inci di Memphis, Tennessee.

Pada Februari 1877, serpihan benda berwarna kuning berjatuhan di Penchloch, Jerman. Benda tersebut dilaporkan memiliki ukuran tebal, beraroma dan melesat seperti anak panah, bijih kopi serta bulatan cakram.

Pada Desember 1974, hujan telur rebus terjadi selama beberapa hari pada sebuah sekolah dasar di Berkshire, Inggris.

Pada 1969, hujan darah dan daging terjadi di sebagian besar wilayah Brasil.

Pada 1989, boneka kayu dengan kepala terbakar atau terpotong jatuh dari langit di atas kota Las Pilas, Cantabria.

Pada 2007, hujan anak katak terjadi di Alicante, Spanyol dan hujan laba-laba turun di Cerro San Bernardo, Salta, Argentina. Seorang pembaca Epoch Times telah mengambil foto dari peristiwa tersebut.


Pada 31 Juli 2008, hujan darah (laporan yang telah ditetapkan berdasarkan analisa laboratorium) di kota Choco, Kolumbia.
Hujan Ikan di Australia


Sebuah laporan Northern Territory News telah memberikan bukti bahwa makanan yang jatuh dari langit lebih dari sekedar legenda. Dilaporkan bahwa pada 25 dan 26 Februari, hujan ikan terjadi di Lajamanu, Australia, 200 mil dari pantai.

Ikan tersebut yang diyakini sebagai jenis ikan kecil putih bernama Spangled Perch, yang umumnya terdapat di Australia bagian utara. Menurut Balmer, ikan itu masih hidup ketika berjatuhan.

Beberapa penduduk dari Lajamanu, Maningrida dan Hermannsburg telah mengungkapkan pengalaman mereka tentang hujan ikan tersebut kepada Northern Trreitory News. Salah satu dari mereka mengatakan, ketika ia masih kanak-kanak, sejumlah temannya pergi memancing di sebuah oval (lapangan sepak bola Australia) saat terjadi hujan ikan.

Penduduk desa Yoro, Honduras, telah terbiasa mempersiapkan wadah seperti ember dan baskom untuk menadah hujan ikan yang turun dari langit setiap tahun antara bulan Mei dan Juli.

Meskipun tidak ada kasus lain sebagai siklus dan terjadi berulang-ulang seperti di Yoro, hujan hewan air, amfibi dan lainnya yang lebih aneh telah terjadi di wilayah lain.

Ilmuwan AS, Charles Fort (1874-1932) selama bertahun-tahun mempelajari terjadinya hujan aneh. Ia mengumpulkan sekitar 60.000 kliping dari surat kabar, majalah serta sumber lain tentang sejumlah kejadian luar biasa. Sepanjang karirnya, Fort berhasil mencatat berbagai fenomena hujan seperti hujan koin, ular, perangko China kuno, darah, katak, serangga, kapas, minyak dan zat cair.

Staf senior Biro Meteorologi Australia, Ashley Patterson seperti dikutip Northern Territory News, mencoba menjelaskan terjadinya hujan ikan di Australia. Teorinya tidak jauh berbeda dari sejumlah ilmuwan yang meyakini bahwa ikan kemungkinan disedot ke awan oleh twister, waterspout atau tornado, yang dibawa oleh awan, kemudian jatuh seperti hujan.

“Kencangnya gulungan angin ke udara, [ikan dan air dapat ditarik] hingga 60.000 atau 70.000 kaki,” ujar Petterson. “Atau [hal itu] kemungkinan terjadi akibat tornado pada perairan---namun kami belum memiliki laporan,”

Akan tetapi, sebagian besar kasus, teori ini nampaknya tidak menjelaskan mengapa hanya hewan atau benda tertentu yang jatuh dari langit. Mengapa arus angin mampu mengangkat benda seperti katak dari sebuah danau tanpa menyertakan air, lumpur, ganggang maupun spesies lain dari ekosistem yang sama?

Penjelasan tersebut menjadi kurang masuk akal ketika seperti dalam kasus hujan ikan di Australia, di dekat area itu tidak ditemukan danau, laut maupun sungai dan tidak pula terjadi badai maupun tornado yang tercatat pada saat atau selama beberapa hari sebelumnya.

Sebagian juga mencoba menjelaskan sebagai hujan buatan manusia dari sebuah pesawat tanpa sepengetahuan siapapun.

Dalam banyak kasus, orang-orang cenderung menghubungkan fenomena tersebut akibat eksperimen makhluk asing atau dimensi persimpangan, di mana kejadian itu tiba-tiba muncul maupun lenyap dari langit. Dalam beberapa kasus, fenomena ini telah di sangakal.

Hingga kini, hujan material itu sudah tidak diragukan lagi, karena peristiwa ini telah tercatat dalam sejumlah dokumen seperti Alkitab serta dalam tulisan-tulisan Mesir kuno.

Apakah ini penyedot air yang selektif? Apakah merupakan fenomena cuaca yang dapat dijelaskan secara sempurna? Apakah ini merupakan isyarat para Dewa? Apapun masalahnya, pada masa mendatang bila langit nampak gelap sebaiknya anda berhati-hati; mungkin saja hal tersebut bukan hujan air.


Anda masih menggunakan sistem operasi Windows XP? Sah-sah saja. Menjelajah internet dengan browser Internet Explorer yang tersedia di sana? Tentu tidak masalah.

Meski sistem operasi Windows 7 sudah hadir dan siap menggantikan OS legendaris Microsoft tersebut, akan tetapi banyak pengguna yang betah dan belum segera beralih. Demikian pula dengan pengguna Internet Explorer yang masih menjadi browser paling dominan di internet.

Akan tetapi, baru-baru ini ternyata ditemukan sebuah celah keamanan dalam VBScript, yang hanya mempengaruhi pengguna Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003. Lewat celah tersebut, kode berbahaya bisa masuk ke komputer pengguna dengan bantuan satu tombol. Yakni tombol F1 di keyboard.

Seperti VIVAnews kutip dari Engadget, 4 Maret 2010, sejumlah situs berbahaya mendesak pengguna untuk menekan tombol F1 di keyboard. Tujuannya, menurut situs tersebut, agar pengguna membuka fitur Microsoft Help untuk mencari bantuan.

Akan tetapi, saat pengguna menekan tombol F1, sebuah kode berbahaya dijalankan dan masuk ke komputer pengguna tersebut.

Microsoft sendiri berjanji untuk melakukan investigasi penuh terhadap masalah ini dan akan mengeluarkan penanggulangannya secepat mungkin. Sambil menunggu solusi dari produsen software terbesar itu, ada baiknya Anda menghindari menekan tombol F1 saat sebuah situs memintanya.

Atau, kalaupun Anda masih menggunakan sistem operasi Windows 2000, XP, atau Server 2003, silakan gunakan browser lain selain Internet Explorer. [vivanews.com]
********************

Microsoft menemukan sebuah kelemahan pada piranti lunaknya. Demi mencegah celah ini dimanfaatkan, raksasa asal Redmond itu pun menganjurkan penggunanya untuk tidak menekan F1 saat melakukan browsing situs internet.

Seperti dikutip detikINETdari Microsoft Security Advisory, Rabu (3/3/2010), sebuah kelemahan telah ditemukan pada VBScript. Tepatnya, kelemahan ini akan berpengaruh pada komputer yang menjalankan Windows XP dan browser Internet Explorer (IE).

Kelemahan ini bisa dieksploitasi ketika pengguna menekan tombol F1. Tombol itu biasanya digunakan untuk memanggil fungsi bantuan (Help Menu) pada aplikasi Windows.

"Jika sebuah situs jahat menampilkan Dialog Box yang dibuat khusus dan pengguna menekan F1, sebuah kode jahat bisa dijalankan di komputer pengguna sesuai dengan otoritas pengguna tersebut," demikian peringatan dari Microsoft.

Nah, beberapa cara ditawarkan Microsoft untuk mencegah kelemahan ini menyerang komputer:

* Jangan menekan F1 saat diminta oleh situs tertentu
* Matikan akses ke Windows Help
* Ubah aturan pengamanan IE menjadi 'High' untuk memblokir ActiveX
* Atur IE agar memberi peringatan saat hendak menjalankan ActiveX


Sekali lagi, celah ini berpengaruh pada komputer yang menjalankan browser Internet Explorer pada sistem operasi Microsoft Windows XP. Pengguna sistem operasi atau piranti lunak browser lain tak akan terpengaruh.

Pengakuan Mantan Teroris

Posted by wiby | 5:42 PM


Selain memiliki sejumlah kader militan, banyak juga yang berkeahlian khusus. Misalnya mengubah gula jadi bahan peledak hingga hanya dengan pandangan mata, penghitungan jumlah bahan peledak dan dampak ledakan, bisa diprediksi.

Sugiarto sendiri ditangkap dalam sebuah penggerebekan di Palembang pada November 2008. Saat ditangkap, polisi juga mengamankan 20 rangkaian bom yang selesai dirakitnya. Yang membuat miris adalah kemampuannya. Belajar dari seorang ustad di Ambon pada 2006, kemampuan Sugi -panggilan Sugiarto- dalam merakit bom, mengutip seorang anggota polisi, “semudah dia membuat mi instan”.

Padahal, dalam level JI, kemampuan Sugi masih terbilang dasar. Dalam JI, ada sejumlah nama dengan kemampuan yang jauh di atasnya. Di antaranya, Ali Imron, Ali Fauzi, Mubarak, Dr Azhari, Dulmatin, dan Umar Patek. Kabarnya, nama-nama di atas bisa mengubah gula menjadi sebuah bahan peledak dengan daya ledak cukup besar.

“Hanya satu langkah di bawah TNT daya ledaknya,” kata seorang mantan anggota JI senior kepada Jawa Pos. Nama-nama di atas memang mendapatkan pelatihan langsung dari kamp pelatihan Mujahidin Afghanistan. Namun, yang paling istimewa adalah Azhari.

Hanya dengan melihat saja, Azhari langsung bisa menghitung bahan yang diperlukan sekaligus berapa berat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meruntuhkan sebuah gedung, misalnya. Sementara itu, yang lainnya masih membutuhkan kalkulator.

Beruntung, Azhari telah tewas. Namun, sejumlah nama lainnya masih hidup. Beruntung pula, nama-nama legendaris tersebut kini mempunyai penafsiran mengenai ayat-ayat perang dan ayat-ayat damai yang relatif berbeda dengan yang terdahulu.

Hanya, orang yang mempunyai kemampuan membuat bom, baik yang expert maupun yang masih baru seperti Sugi, masih banyak. “Ini tak lepas dari adanya konflik di Poso maupun Ambon. Di situ banyak orang yang mendapatkan pelatihan. Saya tak bisa membayangkan bila ada konflik seperti di Poso lagi,” kata Ali Fauzi. Alumnus kamp Hudaibiyah, adik Ali Ghufron dan Amrozi, itu memang mempunyai pandangan berbeda soal jihad dengan kakaknya.

Ali Fauzi mengakui, selain “melahirkan” banyak kader militan baru, konflik-konflik tersebut memunculkan peredaran gelap senjata dan bahan peledak. Dulu, kata Ali Fauzi, selain membuat sendiri dengan cara mencampurkan bahan-bahan kimia (yang relatif gampang diperoleh), faksi garis keras JI mendapatkan TNT dari pasar gelap.

Berawal dari sisa-sisa peledakan tambang atau keperluan penggalian, TNT itu kemudian dijual secara gelap oleh para pekerjanya kepada nelayan-nelayan di kawasan Bau-Bau dan Maluku. Harganya cukup murah, yakni Rp 40 ribu per kilogram. Biasanya, kelompok-kelompok tersebut membeli 50 kg tiap sekali beli. Karena itu, pemerintah harus menjaga sekuat tenaga agar tidak terjadi lagi konflik seperti di Poso dan Ambon.

Sejarah generasi baru para teroris tersebut tak bisa dilepaskan dari kehadiran JI. Bermula ketika sejumlah peserta kamp pelatihan Mujahidin di Afghanistan ditawari memilih. Mau ikut bergabung dengan Ustadz Abdullah Sungkar atau Ustadz Masduki. Sama-sama NII (Negara Islam Indonesia), keduanya berselisih pendapat. Abdullah Sungkar lebih sreg bila perkumpulannya tersebut berbentuk organisasi, sementara Masduki condong tetap ke bentuk negara.

Sebagian jemaah tersebut kemudian memilih bergabung dengan Ustadz Abdullah Sungkar dan kemudian mendirikan Jamaah Islamiyah. Bermoto “Iqomatu Khilafah Ala Nahji Nubuwah (Mendirikan khilafah yang sesuai dengan sunnah Rasul)”, kelompok ini bergerak secara rahasia. “Kami dulunya memang tandzim sirriyyah,” kata Nasir Abbas, salah seorang mantan anggota JI yang kemudian tak sreg dengan garis perjuangan faksi keras di JI.